NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut, saat ini tidak ada lagi desa tertinggal di Ngawi. Dari 213 desa yang ada, 16 diantaranya sudah menjadi desa mandiri. 124 desa maju, dan 73 desa berkembang.
“Alhamdulillah tidak ada lagi desa tertinggal. Minimal desa berkembang,” kata Bupati Ony, Jumat (27/5/2022).
Atas capaian itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menilai, hal itu dapat terwujud berkat komitmen kepala desa untuk memajukan desa. Selain itu juga membuktikan pemdes dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah secara baik.
“Upaya kita turun langsung di lapangan, mengevaluasi dengan kegiatan Sambang Desa, Subuh Bergerak dan lainnya, itu dalam upaya mengevaluasi partisipasi masyarakat hadir dan ikut membangun desa masing-masing,” kata Bupati Ony.
Di samping itu, Bupati Ony mengatakan, kegiatan pengentasan kemiskinan dengan melibatkan partisipasi masyarakat seperti Subuh Bergerak, dan Sambang Desa, juga diadopsi kecamatan hingga pemerintahan desa.
“Semangatnya sudah luar biasa. Pak lurah dan Pak camat juga melakukan hal yang sama. Dinamai sendiri-sendiri. Yang penting ruhnya, bagaimana Gotong-royong itu hadir di masyarakat,” jelas Bupati dari PDI Perjuangan itu.
Lebih lanjut, selain sudah nihilnya desa dengan status tertinggal, kini Bupati Ony juga telah mengizinkan kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak orang. Seperti halnya festival, bersih desa, pameran, dan lainnya.
Menurut Bupati Ony, telah diizinkan kegiatan tersebut, sebagai relaksasi setelah makin terkendali Covid-19. Dirinya juga berharap, relaksasi itu bisa menjadi daya ungkit kegiatan ekonomi kerakyatan.
“Kegiatan-kegiatan yang bisa menimbulkan bangkitnya ekonomi kerakyatan, monggo untuk digelar. Kegiatan seperti ini, diharapkan mampu jadi daya ungkit ekonomi kerakyatan. Yang pada akhirnya bisa menimbulkan peran serta masyarakat dalam pembangunan,” jelas Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. (mmf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









