Senin
26 Oktober 2026 | 12 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Tinjau Ulang Legalisasi Politik Uang!”

Didong

DidongSURABAYA – Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Didik Prasetyono menyesalkan adanya kesepakatan legalisasi politik uang dalam pelaksanaan pemilu kepala daerah. Dia mendesak kebijakan yang melegalkan politik uang dalam pemilu ditinjau ulang, dan mengubahnya dengan yang lebih baik.

“Kami minta ditinjau ulang, mumpung belum menjadi peraturan,” tandas Didik Prasetiyono, dalam penjelasannya kepada wartawan di Surabaya, Rabu (22/4/2014).

Diberitakan, hasil rapat konsultasi Komisi II DPR bersama Komisi Pemilihan Umum, Selasa (21/4/2015) menyepakati pemberian imbalan apa pun kepada pemilih oleh pasangan calon sah asalkan nilainya tidak melebihi Rp 50.000.

Menurut Ketua Komisi II DPR RI Rambe Kamarul Zaman, jenis imbalan yang diberikan diserahkan sepenuhnya kepada calon. “Pemberiannya dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Menurut Didik, melegalkan politik uang dalam pilkada mengakibatkan situasi yang tidak seimbang antarcalon kepala daerah. “Yang kaya akan semakin mudah menjamah pemilih. Sementara, yang tidak mempunyai cukup uang akan sulit menarik dukungan masyarakat,” katanya.

Mantan Komisioner KPU Jatim ini menyatakan, legalisasi politik uang pada pilkada melangar asas pemilu. “Asas pemilu, mempengaruhi pilihan orang dengan barang atau uang adalah tindak pidana,” kata Didik.

Dalam pemilu sebelumnya, tambah Didik, banyak pelaku politik uang yang diusut dan dihukum oleh aparat penegak hukum, namun kali ini justru dilegalkan. Dia yakin, jika diberlakukan panwaslu dan aparat kepolisian tidak bisa menjerat secara hukum, meski politik uang lebih besar dari ketentuan, yakni maksimal Rp 50.000.

“Panwaslu dan kepolisian tidak bisa apa-apa, meski (politik uang) lebih besar dari yang diatur dalam undang-undang. Satu kali Rp 50.000, besoknya Rp 50.000 dan seterusnya,” ujar politisi yang akrab disapa Didong ini.

Informasi yang dia terima, kalangan LSM Pemilu berencana menggugat PKPU (Peraturan KPU) yang membolehkan politik uang. “LSM akan menggugat hal in ke PTUN,” ungkapnya.

Hanya, lanjut Didik, apabila muncul gugatan, pihaknya khawatirkan Pilkada Surabaya akan tertunda. Padahal, persiapan pilkada cukup pendek. Ia mencontohkan pilkada Surabaya, meski sesuai tahapan pelaksanaan pilkada telah ditetapkan pada Desember mendatang.

Namun hingga kini anggaran pemilukada belum tuntas nomenklaturnya, akibat PKPU dasarnya belum ada. Ia menilai jika pelaksanaan pilkada mundur, banyak pihak yang dirugikan.

“Jika terus mundur yang dirugikan penyelenggara pemilu yaknni KPU dan Panwaslu, kemudian calon kepala daerah dan para pemilih. Tahapan sudah ditetapkan, tapi teknis pemilu belum selesai sampai sekarang,” urai Didong. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Merah Muda Fest 2026, Repdem Dorong Ruang Politik bagi Anak Muda

Banu Lesmana Bagaskara menilai Gen Z bukan generasi apolitis, tetapi masih menghadapi hambatan masuk partai ...
KRONIK

Dari Sumenep ke Jakarta, Rafiq Membawa Cerita Madura dan Semangat Merawat Indonesia

JAKARTA – Perjalanan dari Sumenep menuju Jakarta bukan sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain bagi ...
EKSEKUTIF

Marhaen Djumadi Dorong Penguatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Nganjuk

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menilai kebijakan pemerintah pusat terkait harga gabah membantu memberikan ...
SEMENTARA ITU...

165 Pecatur Ikuti Piala Ketua DPRD Trenggalek, Doding Bidik Atlet Berprestasi

TRENGGALEK – Sebanyak 165 pecatur dari Trenggalek dan luar daerah mengikuti turnamen terbuka catur Piala Ketua DPRD ...
KABAR CABANG

Warga Ponggok Kesulitan Air Bersih, PDIP Kediri Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

KEDIRI – Kesulitan air bersih yang dialami warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendorong DPC PDI ...
HEADLINE

Megawati di Merah Muda Fest: Anak Muda Harus Kritis dan Bertanggung Jawab atas Masa Depan Bangsa

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendorong generasi muda berani berpikir kritis, ...