Kamis
04 Juni 2026 | 7 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Begini Upaya Pemkab Gresik Selamatkan Ternak Sapi dari Wabah PMK

IMG-20220511-WA0019_copy_900x507

GRESIK – Kabupaten Gresik menjadi salah satu wilayah terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi, seperti terjadi di Desa Sembung Kecamatan Wringinanom.

Pemerintah daerah pun melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan sapi milik para peternak di Kota Pudak. Salah satunya, memberikan vitamin dan berbagai perawatan lainnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, wabah PMK hanya menyerang hewan ternak sapi. Dan tidak menular kepada manusia. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak terporvokasi oleh isu atau hoax.

“Ini yang harus kita sampaikan kepada masyarakat, Insya Allah PMK bisa kita selesaikan. Karena ini virus, maka kita berikan vitamin sambil menunggu vaksin yang akan diberikan dari Kementan,” kata Gus Yani usai mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Selasa (10/5/2022).

Gus Yani menegaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh OPD dan Camat termasuk juga kepala desa untuk melakukan pendataan yang valid dan terukur.

Tujuannya, untuk mengetahui populasi sapi di Gresik. Baik yang dalam kondisi sakit maupun sehat. Dirinya juga akan bekerjasama dengan Universitas Airlangga untuk meminta pendampingan dokter hewan di Kabupaten Gresik.

“Untuk mengecek kondisi sapi yang sakit. Dan mengecek sapi yang layak untuk dipotong,” ungkap bupati diusung PDI Perjuangan tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah telah menerapkan isolasi berbasis kandang. Dan menutup sementara pasar hewan ternak serta melakukan pengawasan lalu lintas pengiriman hewan yang masuk ke wilayah Gresik.

“Upaya ini untuk mencegah meluasnya PMK di wilayah Gresik dan Jawa Timur. Serta memaksimalkan pemberikan obat-obatan di setiap hewan ternak yang dimiliki warga,” pungkasnya.

Diketahui, dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Gresik. Dalam kunjungannya juga memberikan bantuan berupa desinfektan, antibiotik, vitamin, anti radang, APD dan handsprayer electric untuk bisa digunakan dalam penanggulangan wabah PMK. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

PSBI Matangkan Persiapan Liga 4 Jatim, Bidik Prestasi hingga Putaran Nasional

PSBI bersama Asosiasi PSSI dan KONI Kabupaten Blitar mulai mematangkan persiapan menghadapi Liga 4 Jawa Timur 2026. ...
LEGISLATIF

Konflik Galian C di Magetan, DPRD Hentikan Sementara Operasional Tambang demi Redam Gejolak Warga

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah taktis dengan menghentikan ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...