MALANG – Ribuan mahasiswa tergabung dalam aliansi Cipayung yang terdiri atas PMII, HMI, GMNI, GMKI, dan PMKRI menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (14/4/2022).
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika kemudian keluar dari Gedung DPRD untuk menemui ribuan massa dari enam organisasi kemahasiswaan tersebut.
Baca juga: Temui Massa Aksi, Made Siap Perjuangkan Tuntutan Aliansi BEM Malang Raya
Dengan tenang dan penuh kehangatan Made hadir di tengah-tengah massa dan duduk bersila beralaskan aspal mendengarkan tuntutan-tuntutan mahasiswa.

“Ayo kita berjuang bersama, saya sudah menerima tuntutan Cipayung ini, kita sepakat tidak ada tawar menawar terkait tuntutan ini,” tegas I Made Riandiana Kartika, di hadapan Aliansi Kelompok Cipayung.
Dia memaparkan, bahwa DPRD Kota Malang memiliki komitmen kuat untuk bersama-sama berjuang dengan para mahasiswa membela kepentingan rakyat yang pada saat ini sedang mengalami kesulitan di tengah kenaikan harga-harga kebutuhan pokok.
Oleh sebab itu, Made menyatakan dirinya siap menampung dan menyampaikan kegelisahan maupun tuntutan Aliansi Kelompok Cipayung yang bersifat domestik di Kota Malang. Salah satunya adalah kenaikan harga minyak goreng.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Diskopindag Kota Malang, ayo kita kawal bersama mulai Senin akan ada operasi pasar migor. Dalam operasi itu migor akan dijual dengan harga sesuai HET. 45 anggota dewan akan saya minta untuk sidak semua nanti,” ujarnya.

Sementara itu, berkaitan dengan tuntutan yang berskala nasional, dirinya menyanggupi akan menyampaikan hal-hal tersebut melalui anggota-anggota DPR RI berasal dari Dapil Malang Raya, untuk diteruskan perjuangannya di Senayan.
“Karena kami ada di tingkatan daerah, maka kami memiliki keterbatasan untuk menyikapi apa yang diminta teman-teman Cipayung. Tapi tetap kami akan membantu untuk menyampaikan aspirasi ini ke DPR RI,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut.
Dia pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian dan kritik dari Kelompok Cipayung. Harapannya aksi-aksi serupa di Kota Malang dapat terus dilakukan oleh mahasiswa ke depannya, karena menurutnya, mahasiswa adalah agen perubahan dan kontrol sosial.
Kegiatan kemudian dilanjutkan penandatanganan nota kesepahaman antara Kelompok Cipayung dengan DPRD Kota Malang, sebagai bentuk komitmen wakil rakyat untuk merealisasikan tuntutan mahasiswa. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










