TULUNGAGUNG – Untuk menghindari terulangnya kembali kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta api (KA), Bupati Tulungagung Maryoto Birowo bakal membuat palang pintu beserta pengadaan petugasnya di pelintasan KA yang selama ini belum berpalang pintu.
“Nanti kami sediakan portal (palang pintu) yang betul-betul terjaga,” ujar Maryoto usai gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2022 di halaman Polres Tulungagung, Selasa (1/3/2022).
Menurut dia, dengan pembuatan palang pintu dan pengadaan penjaganya itu diharapkan tidak ada lagi kecelakaan lalulintas yang melibatkan KA.
Seperti diketahui pada Minggu (27/2/2022) pagi lalu, terjadi peristiwa tabrakan maut antara Bus Harapan Jaya dan KA Rapih Dhoho yang mengakibatkan enam orang meninggal dunia.
Kader PDI Perjuangan ini menyebut pembuatan palang pintu dan sekaligus pengadaan penjaga di perlintasan KA sangat layak dilakukan. Apalagi untuk menunjang aktifitas dan perekonomian masyarakat Tulungagung.
“Perlintasan KA tanpa palang pintu yang ada sekarang merupakan jalan terobosan masyarakat untuk ke Kota Tulungagung. Baik itu oleh pedagang, anak sekolah dan elemen masyarakat lainnya,” paparnya.
Pemkab Tulungagung, lanjut Maryoto, akan membicarakan lebih lanjut terkait pemasangan palang pintu bersama petugas penjaganya di perlintasan KA tanpa palang pintu dengan PT KAI Daops 7 Madiun. “Selain kami akan rapatkan dengan kapolres,” kata Maryoto.
Dia belum bisa memastikan seberapa banyak perlintasan KA yang akan dibuatkan palang pintu dan penjaganya itu. Apalagi jumlah perlintasan KA tanpa palang pintu tidak sedikit.
“Sementara skala prioritas dulu. Soal dimana lokasinya itu teknis nanti yang memutuskan Kadin Perhubungan dan Kasatlantas,” tutupnya. (atu/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










