Selasa
03 November 2026 | 2 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wujudkan Malang Kota Ramah Anak, Made: Kita Siap Inisiasi Perdanya

pdip-jatim-220218-made-riandiana

MALANG – Untuk melindungi dan mencetak generasi-generasi penerus bangsa yang unggul dan berkualitas, DPRD Kota Malang siap menginisiasi dan merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang Kota Ramah Anak.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika usai menghadiri Musrenbang Tematik Anak yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, di Meeting Room Hotel Savanna, Jumat (18/2/2022).

Untuk saat ini, pihaknya masih menunggu inisiatif dari Pemerintah Kota Malang terkait pengajuan Raperda Kota Ramah Anak. Namun dia berharap, sesegera mungkin Perda Kota Ramah Anak ini segera terealisasi di Kota Malang.

“Kalau memang nanti pengajuan dari eksekutif ini lambat, biar ini menjadi inisiatif DPRD. Akan menjadi Perda inisiatif DPRD lewat Komisi D yang ditugaskan untuk segera menggodok naskah akademik mengenai Perda tentang Kota Ramah Anak,” ujar Made.

Pihaknya siap terlibat secara aktif untuk mewujudkan Malang sebagai Kota Ramah Anak. Tidak hanya berupa Perda, namun juga dari sisi alokasi anggaran dalam APBD.

“Dewan siap memberikan support, apapun yang menjadi kebutuhan masyarakat. Tapi tetap dengan skala prioritas dan keterbatasan anggaran yang ada. Beberapa kegiatan-kegiatan yang kemudian mengarah pada pengupayaan kota ramah anak diharapkan meningkatkan kepedulian dari masyarakat,” terangnya.

Selain itu, Made juga minta masyarakat untuk secara sadar melindungi anak-anak dari tindak perilaku kekerasan maupun pelecehan seksual. Terlebih fase anak-anak merupakan masa tumbuh kembang individu yang mempengaruhi pertumbuhan karakter seseorang ke depannya.

Oleh sebab itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut minta masyarakat untuk melindungi anak-anak di sekitarnya. Serta apabila menemui tindak kekerasan maupun pelecehan kepada anak untuk tidak ragu melaporkannya ke aparat penegak hukum.

“Kota Malang ini apalagi sudah menjadi Polrestabes, itu sudah sangat sangat cepat reaksinya. Jika ada tindak kekerasan terhadap anak yang terjadi, tidak perlu khawatir. Karena apa, karena aparat penegak hukum dan semua stakeholder yang ada di kota Malang sangat concern untuk masalah ini,” tuturnya.

“Tinggal sekarang keberanian masyarakat untuk peduli melaporkan. Kita berusaha untuk menekan supaya kasus kekerasan seksual maupun kekerasan fisik terhadap anak dapat ditekan seminimal mungkin,” tegas Made. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...