Minggu
30 Agustus 2026 | 1 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Minta Aktivitas Pembangunan Apartemen di Mulyorejo Dihentikan

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURESSURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, aktivitas pembangunan apartemen Taman Melati di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo harus dihentikan sementara. Penghentian sementara ini berlaku sampai pihak pengembang sudah melengkapi semua izin terkait pembangunan apartemen.

Menurut Syaifuddin, penghentian sementara ini dikeluarkan Komisi C setelah menggelar hearing terkait pembangunan apartemen Taman Melati, Kamis pekan lalu. Rapat dengar pendapat itu digelar menyusul pengaduan warga Mulyorejo yang merasa keberatan dengan pembangunan apartemen di wilayahnya.

“Pihak PT tidak boleh melakukan aktivitas apapun sebelum semua perizinan dipenuhi,” kata Syaifuddin Zuhri, Selasa (10/2/2015).

Rapat di ruang Komisi C saat itu dihadiri beberapa perwakilan warga Mulyorejo yang rumahnya di sekitar lokasi pembangunan apartemen. Juga hadir, perwakilan PT Adhi Persada Properti (pengembang apartemen Taman Melati), jajaran dinas terkait, serta Lurah dan Camat Mulyorejo.

Rekomendasi lainnya, sebut Syaifuddin Zuhri, Komisi C juga minta pihak PT melakukan sosialisasi dengan pihak-pihak terkait, jika sebuah proses pembangunan apartemen menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar. Dinas terkait juga diminta memberikan pelayanan kepada PT terkait perizinan, dan masyarakat, secara adil dan bijaksana sesuai fungsi dan tugasnya.

Untuk mengetahui kondisi pembangunan apartemen, Komisi C juga akan melihat lokasi pembangunan apartemen di Mulyorejo. “Kami akan meninjau ke lokasi pembangunan apartemen Taman Melati,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Sebelumnya, warga menyampaikan keberatan atas pembangunan apartemen Taman Melati. Secara tertulis, beberapa poin keberatan warga disampaikan ke Komisi C.

“Setiap hari kami resah, gelisah, dan merasa tidak nyaman dengan adanya pembangunan apartemen tersebut, yang aktivitasnya dimulai jam 6 pagi sampai jam 10 malam,” kata Andy Susanto, salah seorang warga.

Warga, ungkap Andy, belum pernah mendapat sosialisasi dan memberikan persetujuan lingkungan terhadap pembangunan apartemen tersebut. Menurutnya, pernah ada sosialisasi yang dilakukan pihak pelaksana proyek pembangunan apartemen, tapi sosialisasi itu bukan terkait pembangunan melainkan pendirian rumah bedeng.

Salah satu tuntutan warga adalah minta proses pembangunan apartemen dihentikan sampai pihak PT memegang izin lingkungan dan izin mendirikan bangunan (IMB). (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pucanglaban Dikukuhkan, Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Ajak Generasi Muda Terlibat Kelola Sampah

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Senori, Minta Pemkab Tak Lambat Respon Kekeringan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menerjunkan tim Badan Penanggulangan Bencana ...