Sabtu
26 September 2026 | 7 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lelang Lukisan Penyandang Disabilitas, Risma: Laku Rp 358.700.000, Uang Dikembalikan ke Seniman

pdip-jatim-211203-risma-mensos

JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar kegiatan lelang lukisan karya penyandang disabilitas di Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2021) malam.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyampaikan dari total 91 lukisan yang dilelang telah terjual 42 karya dengan total Rp 358.700.000.

“Alhamdulillah ada 42 lukisan yang laku dengan total kurang lebih 358.700.000,” kata Risma setelah acara lelang di Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis malam.

Ia mengatakan, semua uang hasil lelang lukisan akan dikembalikan 100 persen kepada para seniman pembuatnya. Menurut dia, lukisan paling mahal yang terjual dalam acara lelang itu bernilai Rp 45 juta.

Ia juga mengatakan, alasan Kemensos mengadakan acara lelang lukisan ini agar semakin memotivasi para penyandang disabilitas untuk terus berkarya.

“Kita akan kembalikan 100 persen kepada senimannya supaya dia termotivasi untuk berkarya terus,” ucap dia.

Menurutnya, dari keseluruhan lukisan yang dipajang di tempat lelang, ada beberapa karya yang memang tidak dijual.

Selain itu, Risma juga mengatakan, beberapa lukisan cukup berkesan baginya karena memiliki sejarah tersendiri dengan pelukisnya.

“Ada (lukisan yang berkesan), cuma saya nggak bisa cerita karena itu sejarah saya sama anak-anak saya di Surabaya,” ungkapnya.

Adapun, acara lelang lukisan anak-anak penyandang disabilitas sebagai rangkaian acara peringatan Hari Disabilitas Internasional juga diwarnai haru dengan tangisan Mensos.

Sambil menahan tangisannya, Risma meminta agar para penyandang disabilitas tidak dipandang rendah.

“Jangan pandang rendah mereka, minimal itu, jangan, jangan pandang rendah mereka,” kata Risma sambil menahan tangisannya saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan penyandang disabilitas juga ciptaan Tuhan yang diciptakan sempurna. Hanya saja, banyak orang tidak melihat kesempurnaan yang diberikan Tuhan kepada mereka.

Ia menuturkan, ukuran kesuksesannya sebagai menteri adalah jika bisa membuat penyandang disabilitas menjadi sukses.

“Saya akan sangat merasa bahwa saya berhasil jadi Menteri Sosial saat suatu Gading (salah satu anak penyandang disabilitas) dan anak-anak lain berhasil. Itulah menurut saya keberhasilan saya sebagai menteri, bukan penghargaan,” tuturnya. (kompas)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

MILANGKORI

Malam Ketika Para Penari Tayub Diwisuda, Merawat Warisan Leluhur Trenggalek

ALUNAN gamelan terdengar mengalun di tengah keheningan malam. Irama musik tradisional itu berpadu dengan gerak ...
OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...