Selasa
20 Oktober 2026 | 2 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jembatan Putus, Ficky Minta Pemkab Perhatikan Warga Glenmore Yang Terisolasi

PDIP-Jatim-Ficky-S-18102021

BANYUWANGI – Ketua komisi IV DPRD Banyuwangi, Ficky Septalinda, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk segera memberikan solusi atas dampak yang diakibatkan ambruknya jembatan di Kecamatan Glenmore. Solusi ini penting disegerakan karena sejumlah masyarakat setempat dan satu sekolah terisolir dan tak bisa dijangkau.

“Dari laporan yang kita terima ada beberapa warga dan satu sekolah yang terisolasi karena putusnya akses, akibat jembatan penghubungnya ambruk. Hari ini persoalan tersebut sudah kita singgung di rapat banggar, agar pemkab dapat memperhatikan warga yang terisolasi di sana,” kata Ficky, Selasa (30/11/2021).

Sekertaris DPC PDI Perjuangan Banyuwangi ini menjelaskan, akibat jembatan ambruk tersebut, masyarakat menjadi terisolir dan harus mengandalkan sebuah tali yang diikat melintang di atas sungai untuk mendistribusikan kebutuhan pokok sehari-hari. Baik itu sembako atau bahkan untuk membeli gas LPG. Barang yang dibutukan diikat di tali yang melintang, kemudian ditarik dari salah satu sisi.

Meski beresiko barang kebutuhan jatuh dan hanyut di sungai, namun cara ini terpaksa dilakukan karena paling mudah. Masyarakat yang terisolir sebanarnya bisa memilih rute darat. Namun mereka harus memutar dan melalui medan sulit yang cukup jauh.

“Untuk aktivitas sehari-hari masyarakat di sana juga sangat kerepotan, dan hanya mengandalkan tali yang dihubungkan satu sama lain untuk memasok kebutuhan pokok. Harapan kami, hal ini segera ditindak-lanjuti. Apakah ini untuk sementara atau permanen yang jelas, harus ada pembuatan jembatan,” jelas Ficky.

Ficky pun mengungkapkan bahwa, masyarakat di lokasi ambruknya jembatan lebih mengharapkan jembatan permanen. Namun menurutnya, hal tersebut harus dikaji terlebih dahulu terlebih saat ini kebutuhan untuk akses sangat mendesak, dirinya ingin ada jembatan darurat terlebih dahulu. Karena jika dibangun secara permanen, maka membutuhkan waktu dan kajian anggaran yang matang.

“Ini harus dikaji dulu. Semuanya harus dihitung dan melalui pertimbangan yang matang. Tetapi yang jelas, kami di DPRD Banyuwangi mendorong agar pemkab segera menangani persoalan tersebut,” pungkasnya. (ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...