Sabtu
29 Agustus 2026 | 1 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sri Rahayu: Pemilu Sistem Proporsional Terbuka Rugikan Caleg Perempuan

pdip-jatim-sri-rahayu-rakerda-210621-1

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Perempuan, dan Anak Sri Rahayu mengatakan pemilu bersistem proporsional terbuka atau kemenangan berdasarkan suara terbanyak merugikan calon anggota legislatif perempuan karena adanya persaingan yang ketat.

“Sistem pemilu yang sekarang dengan sistem proporsional terbuka, yaitu suara terbanyak itu sangat merugikan perempuan,” kata Sri Rahayu di Jakarta, saat menjadi narasumber webinar nasional Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bertajuk Peran Partai Politik terhadap Keberhasilan Kader Perempuan di Pileg 2024 yang disiarkan di kanal YouTube Kongres Wanita Indonesia, Rabu (17/11/2021).

Untuk mengatasi kendala tersebut, lanjut Sri Rahayu, diperlukan evaluasi terhadap sistem pemilu terbuka ataupun kebijakan perubahan menjadi tertutup sehingga keterwakilan perempuan di lembaga legislatif pun dapat meningkat.

Menurut dia, perempuan sering kali mengalami kekurangan dari segi persiapan logistik kampanye sebab tidak seluruhnya dapat bersikap mandiri untuk menyiapkan hal itu.

“Tidak semua perempuan atau calon anggota legislatif ini mandiri semuanya. Itulah menjadi faktor yang menimbulkan atau menyebabkan perempuan tidak bisa menjadi anggota legislatif,” jelas legislator DPR RI dari dapil 6 Jatim ini.

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi perempuan saat ingin menjadi anggota legislatif adalah keberadaan budaya patriarki yang mendominasi tata nilai sosial budaya di Indonesia.

Menurutnya, gambaran tersebut dapat dilihat ketika perempuan dihadapkan pada pilihan di antara bergabung dalam dunia politik atau berpihak kepada keluarga, mereka cenderung akan memilih ataupun dituntut untuk berpihak kepada keluarga.

Ada pula kurang rasa percaya diri terhadap penilaian kemampuan dirinya yang mendominasi perempuan sehingga mereka merasa kurang mampu bersaing dengan laki-laki.

Untuk itu, dia menyarankan agar peningkatan kepercayaan diri secara berkelanjutan dapat diagendakan pula, baik oleh partai politik maupun Kowani, ke dalam program kerjanya sehingga perempuan dapat terjun ke dalam dunia politik.

“Perempuan ini harus dibuat memiliki percaya diri yang betul-betul mantap. Oleh karena itu, kami selalu mendorong kepada perempuan dalam pendidikan dan kaderisasi partai itu bagaimana bisa percaya diri sehingga kekuatan itu muncul dari dalam,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kementerian PU Hibahkan SPAM Tangkel ke Pemkab Bangkalan, Bupati Lukman: Jadi Pengungkit Investasi

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat tambahan aset strategis untuk memperkuat pelayanan ...
KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...