Selasa
11 Agustus 2026 | 6 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puan Maharani Minta Pemerintah Beri Akses BBM Murah untuk Nelayan

PSX_20211112_135857-min

BANYUWANGI – Dalam agenda kunjungan kerjanya di Banyuwangi, Ketua DPR RI, Puan Maharani, melakukan serap aspirasi dengan nelayan yang berada di kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Jumat (12/11/2021).

Kehadiran putri presiden ke-5 RI tersebut disambut antusias oleh para nelayan. Seolah Tak ingin menyianyiakan kesempatan, para nelayan kampung Mandar berlomba untuk dapat menyuarakan aspirasi dan keluh kesahnya kepada Puan.

Salah satu nelayan, Rahmat Sukardi, mengadu ke Puan karena dilarang membeli Pertalite oleh SPBU Pertamina. Padahal, katanya, nelayan masih membutuhkan BBM murah.

“Kami disuruh beli Pertamax. Padahal kami nelayan kecil. Pendapatan melaut tidak seberapa, apalagi di masa pandemi,” keluh Sukardi saat berdialog dengan Puan di Pasar Ikan Mandar, Banyuwangi.

Menanggapi keluhan Sukardi, Puan mengatakan memahami problem BBM untuk nelayan. “Karena BBM itu komponen biaya utama melaut. Apalagi di masa pandemi ini,” ujarnya.

Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR ini pun meminta pemerintah memberi akses BBM murah kepada nelayan. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Puan kepada Menteri Trenggono yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.

“Gimana, Pak Menteri? Ini mumpung ada menterinya,” kata Puan sambil menunjuk Trenggono yang duduk di sampingnya.

Menteri Trenggono menyatakan pihaknya siap memberi BBM murah untuk nelayan, khususnya di Banyuwangi. “Akan kami salurkan lewat koperasi-koperasi nelayan,” kata Trenggono.

Kepada puluhan nelayan yang hadir, Puan meminta mereka menumpahkan semua unek-uneknya.

“Ayo sampiakan semua. Mumpung ada saya dan Pak Menteri,” kata Puan disambut gembira oleh para nelayan.

Mendengar permintaan Puan tersebut, Helmi Tri Suhadi, Ketua Kelompok Nelayan Pantai Marina Banyuwangi, mengeluarkan unek-unek tentang harga jual hasil tangkapannya yang rendah.

“Kalau musim panen ikan, harganya anjlok, Mbak Puan,” keluh Helmi.

Keluhan juga muncul dari istri nelayan, Rodiatulloh, warga Muncar, Banyuwangi. “Penghasilan nelayan ini pasang surut. Kami istri-istri nelayan ingin ada pendapatan untuk membantu suami,” ungkapnya.

Puan mengaku gembira mendengar semangat para istri nelayan yang semangat membantu suami mencukupi kebutuhan hidup.

“Saya senang ini lihat istri nelayan yang bersemangat meningkatkan skill untuk mendapatkan penghasilan. Bu Menteri PPA dan Bupati Banyuwangi segera adakan pelatihan buat mereka,” kata Puan kepada Menteri Bintang dan Bupati Ipuk.

Di akhir dialog, Puan menyatakan berterima kasih kepada para nelayan yang terbuka menyampaikan keluhan dan unek-uneknya.

“Saya bisa melihat langsung permasalahan nelayan Banyuwangi dan tentu saja daerah-daerah lain. Makanya saya bawa Menteri KKP dan anggota-anggota DPR agar bisa segera diselesaikan,” ujar cucu proklamator Bung Karno ini.

Sebelum berdialog dengan para nelayan, Puan mengunjungi vaksinasi untuk keluarga nelayan. Matan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini juga meninjau Pasar Ikan Segar Mandar.

“Ini pasar ikannya bagus, bersih, menghilangkan kesan kumuh yang selama ini melekat tentang pasar ikan,” katanya.

Puan juga menyempatkan diri berbincang dengan para pedagang di pasar ikan tersebut.

“Selain beli ikan, kita juga bisa memasak langsung dan bisa makan di tempat. Ini membuat ekonomi bergulir. Bukan hanya nelayan saja yang dapat penghasilan, tapi penjual beras, penjual sayur dan tukang masak ikut kebagian rejeki,” ujarnya.

Puan juga menemui para pengrajin alat tangkap ikan dan ikut mencoba merajut jaring ikan. Setelahnya, Puan memberikan sejumlah bantuan, antara lain berupa paket alat tangkap benih, bantuan permodalan perikanan tangkap, dan paket bakti nelayan (sembako) sebanyak 1.500 paket. (Ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...