Jumat
16 Oktober 2026 | 2 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gerakan Tengok Tetangga, Norma Dorong Warga Peduli Sesama

PDIP-Jatim-Norma-16102021

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Norma Yunita, menggelar kegiatan reses di RW 7 Kelurahan Kapasari, Genteng, Surabaya pada Jumat (25/10/2021) malam. Pada pertemuan yang dihadiri sekira 60 warga, baik secara langsung maupun daring tersebut, ia mensosialisasikan pentingnya keeratan antarwarga, terlebih saat pandemi Covid-19.

Ia mencontohkan, pada kondisi warga yang sedang menjalani karantina mandiri, ataupun ketika melihat ada tetangga yang memiliki ciri-ciri menjadi korban KDRT, diharapkan muncul kepedulian untuk menengok, memberi dukungan, hingga membuat laporan ke Ketua RT agar bisa ditindak-lanjuti.

“Saya harapkan ibu-ibu ini lebih aktif ya. Jadi, ada gerakan tengok tetangga. Saya pernah dapat laporan dari warga, ada pencurian, tetangganya ini yang mengalami kesulitan, misalkan sakit tapi tidak ada intervensi dari tetangganya. Di Surabaya ini kan sudah maju ya? Semua fasilitas sudah ada. Jadi, walaupun kita gak berani lapor RT, kita bisa telpon 112,” ujar Norma.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menerima beberapa aspirasi dari masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh Kusiyah, seorang ibu rumah tangga yang memiliki keponakan yatim piatu dan tidak sekolah karena terkendala biaya.

“Saya punya keponakan yang sudah yatim piatu. Itu anaknya mau sekolah, perlu bantuan biaya untuk sekolah di SD. Kemarin terlambat waktu daftar, kemudian gak bisa jadi ditunda tahun depan,” ucap Kusiyah.

Mengetahui hal tersebut, Norma mengatakan akan segera menindak-lanjuti agar sang anak bisa melanjutkan pendidikannya dan belajar dengan nyaman.

“Untuk yatim piatu yang mau sekolah, insya Allah nanti saya serap. Kalaupun memang bisa masuk swasta, saya usahakan masuk swasta. Kalau mau masuk sekolah negeri, berarti nunggu tahun depan,” jelas Norma.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya itu mengatakan, dirinya juga akan membantu masyarakat yang kesulitan secara ekonomi, namun belum terdaftar menjadi kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kalau anaknya ingin sekolah, tapi orang tuanya kesulitan biaya dan belum masuk MBR, nanti insya Allah dari keluarganya saya masukan MBR dulu supaya dapat bantuan. Nanti saya minta data KTP dan KK-nya,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...