Sabtu
29 Agustus 2026 | 4 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Luncurkan Aplikasi Digdaya, Fauzi: Kita Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

PDIP-Jatim-Bupati-Fauzi-10052021

SUMENEP- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) meluncurkan aplikasi sistem informasi desa, Data Integrasi Desa Berdaya (Digdaya). Peluncuran yang dilakukan secara virtual itu diikuti diikuti oleh seluruh camat, 330 kepala desa, calon operator desa se-Kabupaten Sumenep.

Aplikasi Digdaya itu dapat mempercepat pengelolaan data desa, seperti data kependudukan, sarana prasarana, anggaran desa sehingga pelaksanaanya dapat dilakukan dengan cepat dan akurat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi., SH., MH., menyatakan, ketersediaan data yang lengkap sangat penting untuk membantu pemerintah dalam membuat kebijakan yang tepat sasaran dan mendistribusikan pelayanan dengan baik.

“Jadi, ketersediaan data desa di profil desa juga memudahkan Pemdes dalam perencanaan dan penganggaran dalam bentuk metode perencanaan partisipatif, analisis masalah. dan potensi desa, yang berdampak pada penyusunan anggaran dan belanja desa,” kata Fauzi, Jumat (8/10/2021).

Menurutnya, berbagai daerah berlomba-lomba memanfaatkan data menggunakan skema big data untuk mendukung perencanaan pembangunan, mulai dari perencanaan pelayanan publik hingga akses terhadap pelayanan kesehatan.

Selain itu, tambah Fauzi, Digdaya bisa mempercepat pelayanan desa. Selama ini pelayanan administrasi yang konvensional menyita waktu, sehingga aplikasi itu sebagai Sistem Informasi Desa (SID) guna membantu mempercepat waktu pelayanan desa, termasuk produk dokumen.

“Sistem informasi ini jangan hanya berkutat pada input data, namun harus dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas penganggaran dan serapan Dana Desa (DD), agar dananya lebih tepat sasaran dengan adanya data yang tersedia,” jelasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga berharap, Digdaya ini jangan berhenti pada kegiatan sosialisasi, namun ada tindak lanjut sebagai sebuah kebutuhan sistem yang diarahkan untuk mempermudah kerja pemerintahan desa.

“Jangan sampai aparatur Pemerintah Desa (Pemdes) setelah pembuatan sistem ini, seakan-akan pekerjaan sudah selesai, padahal sistem dibangun untuk mempermudah kerja selanjutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos, M.Si., mengungkapkan, pihaknya menciptakan aplikasi Digdaya sebagai salah satu bentuk dukungan untuk mewujudkan program smart city and smart village (kota pintar dan desa cerdas) Kabupaten Sumenep.

“Kami ingin dengan adanya Digdaya ini hasil yang dicapai, di antaranya mempercepat pelayanan desa, pemanfaatan dana desa, serta transparansi pemerintahan desa,” pungkasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kementerian PU Hibahkan SPAM Tangkel ke Pemkab Bangkalan, Bupati Lukman: Jadi Pengungkit Investasi

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat tambahan aset strategis untuk memperkuat pelayanan ...
KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...