Minggu
30 Agustus 2026 | 12 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Jember, Sesalkan Bupati Tidak Hadir Saat Audiensi dengan Guru Honorer

PDIP-Jatim-Ady-Cahyo-P-051021

JEMBER – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Edy Cahyo Purnomo, menyesalkan ketidakhadiran Bupati Jember, Hendy Siswanto, pada audiensi antara pemkab dan perwakilan guru honorer, yang membahas rekrutmen PKKK pada Selasa (05/10/2021). Dalam agenda tersebut Bupati Hendy justru menunjuk Sekretaris Daerah (Sekda), menggantikan dirinya.

Menurut Ipung, sapaan akrabnya, agenda audiensi tersebut merupakan hal yang penting untuk didengar langsung oleh bupati. Karena, jelasnya, hal tersebut berkenaan dengan nasib para guru honorer di Jember, agar pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan nasib mereka, dan diusahakan untuk direkrut menjadi PKKK.

“Aspirasi dari kawan-kawan guru honorer dalam audiensi ini tentunya sangat penting didengarkan langsung oleh bupati. Karena dari hasil audiensi tersebut mereka berharap pemkab bisa membantu memperjuangkan nasib mereka,” kata Ipung, saat di konfirmasi, Selasa (5/10/2021).

“Lagi pula, apa sih susahnya Bupati Jember menyempatkan datang dan mendengarkan langsung keluhan rakyatnya. Toh, beliau masih ada di Jember,” sambungnya.

Wakabid Organisasi DPC PDI Perjuangan Jember ini pun mengingatkan, janji kampanye Bupati yang siap memberikan pelayanan pada masyarakat. Jadi, tambah Ipung, hal-hal urgent, apalagi persoalan yang berkaitan dengan nasib masyarakat, seharusnya bupati wajib hadir secara langsung.

“Saya ingin ingatkan komitmen Pak Bupati Hendy saat kampanye kemarin, bagaimana ketika nanti tepilih menjadi bupati, katanya siap memberikan pelayanan dan siap melayani masyarakat. Tapi, kok urusan yang urgent dan berkaitan dengan nasib rakyat begini, kok tidak hadir?” ujarnya.

Ipung juga menjelaskan, salah satu poin penting yang ingin disampaikan pada Bupati Jember, saat agenda audiensi tersebut, adalah soal keinginan para guru honorer, agar bisa membantu untuk lolos menjadi PPPK. Menurutnya, hal itu sangat beralasan, karena sebagian besar guru honorer itu telah mengabdi untuk pendidikan di Jember selama puluhan tahun.

“Kita memahami keinginan terbesar teman-teman honorer ini adalah bisa diangkat menjadi PPPK, apalagi kebanyakan dari mereka memang sudah mengabdi belasan tahun. Jadi sangat beralasanlah keinginan tersebut,” jelasnya.

“Jika sudah demikian, pemerintah harusnya memberikan keringanan melalui afirmasi pengabdian, agar para guru honorer tersebut bisa diangkat menjadi PKKK,” pungkasnya. (ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gencar Perbaiki Rumah Warga Miskin, Banyuwangi Diganjar Bonus Insentif Pusat

BANYUWANGI – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan ...
SEMENTARA ITU...

Filosofi Tombak Korowelang di Jamasan Pusaka Trenggalek: Pemimpin Harus Ngopeni Rakyat dan Memberi Piwulang

Jelang Hari Jadi ke-832 Trenggalek, puluhan pusaka dijamasi. Ketua DPRD Doding Rahmadi mengungkap filosofi Tombak ...
KRONIK

Didik Nurhadi: Nasionalisme dan Religiusitas Jadi Kekuatan Indonesia

JOMBANG — Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi menegaskan, ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...