Jumat
30 Oktober 2026 | 3 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Subsidi BBM Setahun = 1.400 Waduk Baru

pdip jatim - jokowi - lemhannas

pdip jatim - jokowi - lemhannasJAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan, ketimbang membakar Rp 800 triliun uang subsidi bahan bakar minyak (BBM) setiap tahun, akan lebih baik digunakan untuk hal-hal produktif dan terarah. Seperti untuk membangun infrastruktur yang dapat mempercepat realisasi swasembada pangan.

“Kalau dibuat waduk yang harganya Rp 400-500 miliar, bisa jadi 1.400 waduk,” kata Presiden Jokowi di depan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan ke-51 dan ke-52 Lemhanas 2014 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Dia mengaku heran selama ini Indonesia belum pernah membangun waduk baru lagi. “Membangun waduk memang mahal, tapi sangat produktif karena menghasilkan keuntungan bagi rakyat,” tegasnya.

Anggaran untuk subsidi BBM, papar Jokowi, seharusnya bisa dialihkan ke sektor produktif lain yang lebih pro-rakyat. Seperti membeli mesin kapal dan mesin pendingin bagi nelayan, subsidi pupuk dan benih bagi petani, serta suntikan modal bagi pelaku industri rumahan.

Di sektor perikanan, tambaha dia, daripada untuk subsidi BBM, uangnya lebih baik dipakai untuk membeli pendingin (cold storage) untuk nelayan. Sehingga semua saat berangkat ke laut, ikannya bisa dimasukkan.

Untuk sektor usaha mikro di desa, Jokowi berpandangan, perlu diberikan modal kerja yang baik dan terus-menerus. “Gini ratio kita merah, gap sudah 0,413 tahun 2013. Itu bahaya sudah,” ungkapnya.

Sementara itu, di sektor kesehatan harus dibangun sistem untuk subsidi kesehatan. Selama ini subsidi kesehatan tidak diterima langsung oleh yang berhak, melainkan melalui provinsi, kabupaten. camat, lurah, baru kemudian ke RT/RW. Dia menilai sitem itu tidak efisien.

“Kelamaan! Jadi bank saja punya sistem, cash transfer, bisa utuh. Kontrol manajemen mudah. Sistem itu yang ingin kita bangun,” urainya.

Sedang untuk sektor pelabuhan laut dalam, mantan Wali Kota Solo ini menargetkan dapat membangun 24 pelabuhan baru dan diperluas. Jika anggaran mampu untuk membangun sendiri, maka tak perlu menunggu ada investasi.

“Kalau ini cepat, produksi bisa masuk semua. Kapal-kapal kita bisa masuk semua. Tidak harus lewat negara lain. Jadi langsung ke tujuan,” ujar Jokowi.

Untuk sektor transportasi massal, Jokowi beranggapan pembangunannya terlambat sehingga orang lebih memilih untuk membeli sepeda motor. Begitu pula dengan jaringan rel kereta api.

“Fasilitas ini tidak disiapkan pemerintah. Maka dari itu, ini harus dikejar. Transportasi massal harus disediakan,” kata Jokowi. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...
KRONIK

Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak berbagai elemen masyarakat ikut melestarikan budaya lokal ...
SEMENTARA ITU...

Lepas 10 Atlet Sambo Bojonegoro ke Kejurprov Jatim 2026, Pembina Incar Tiket Porprov dan PON

BOJONEGORO – Sebanyak 10 atlet olahraga beladiri Sambo asal Kabupaten Bojonegoro resmi diberangkatkan untuk berlaga ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Sengon Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada warga Desa ...
LEGISLATIF

Paguyuban Langen Beksan Blitar Terkendala Gamelan, Guntur Wahono Dorong Bantuan APBD Jatim

BLITAR – Keterbatasan perangkat gamelan masih menjadi kendala bagi sejumlah paguyuban Langen Beksan di Kabupaten ...
KRONIK

Sonny Salurkan 37 Alsintan pada 36 Kelompok Tani Bondowoso

BONDOWOSO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyerahkan bantuan 37 unit alat dan mesin pertanian ...