Selasa
13 Oktober 2026 | 12 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Galih, Petani Milenial Sukses Budidaya Anggur

PDIP-Jatim-Galih-22082021

NGAWI – Fauzan Galih, milenial asal desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, memilih menjadi petani. Menurutnya, menjadi petani tidak hanya sekadar untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ada cita-cita besar yang ingin diraih olehnya, khususnya di bidang pertanian.

Pilihan menjadi di usia muda mungkin pilihan yang berbeda, terutama di tengah masyarakat desa yang terkontaminasi budaya budaya urban. Teman sebayanya, setelah lulus sekolah, lebih banyak merantau ke kota untuk mencari rupiah.

Tapi tidak dengan Galih. Ia punya pandangan lain soal kebiasaan kebanyakan pemuda desa. Menurutnya, dengan memahami potensi desa dan mengoptimalkan apa yang ada di desa, dirinya bisa hidup. Jika meminjam istilah dari Tri Sakti Bung Karno, asal paham dan mau berusaha, di desa pun bisa berdikari dalam bidang ekonomi. Galih pun menekuni budidaya tanaman anggur dengan berbagi varietas.

“Sudah dua tahun menggeluti budidaya anggur, untuk saat ini kita fokus pada penyediaan bibit anggur dari berbagai varietas dengan kwalitas yang bagus,” kata Galih, Minggu (22/8/21).

Terhitung, ada 35 varietas anggur yang dibudidayakannya. Kebanyakan anggur varietas impor. Seperti ninel, jupiter, julian, dixon, dan masih banyak lagi. Varietas jenis ini disebut Galih termasuk jenis buah anggur yang umum ditemukan di pasar Indonesia.

“Meskipun anggur bukan buah lokal asli Indonesia, tanaman jenis ini bisa tumbuh subur hingga berbuah di iklim tropis,” katanya.

Bibit anggur produksinya, jelas Galih, bisa berbuah setelah 4 hingga 6 bulan setelah tanam. Asal tanaman anggur dirawat dengan maksimal. Sementara harga jual bibit anggur produksi Galih cukup bervariasi. Mulai dari ratusan ribu, hingga satu jutaan. Bergantung pada varietas tanaman. Untuk pemasaran dia lakukan baik offline maupun online.

“Kalau untuk penjualan online, terjauh kita sudah pernah mengirim hingga luar pulau, seperti di pulau Sumatera, Kalimantan, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Ke depan, Galih berharap, tidak hanya memproduksi bibit anggur. Namun, juga bisa menjadikan desanya sebagai sentra produksi buah anggur di Kabupaten Ngawi.

“Kita mulai dengan memberdayakan tetangga sekitar. Kita bagikan bibit anggur secara gratis. Berharap ke depan bisa menjadi sentra produksi buah anggur,” ungkapnya. (Mmf/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gelar Evaluasi Innovative Government Award, Bupati Lukman Bidik Kabupaten Terinovatif 2026

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berkomitmen memperkuat inovasi daerah untuk meningkatkan ...
SEMENTARA ITU...

32 Tim Pesantren Ikuti Liga Santri Bupati Cup 2026, Rijanto Dorong Persatuan

BLITAR – Sebanyak 32 tim futsal dari pondok pesantren se-Blitar Raya mengikuti Liga Santri Bupati Cup 2026. ...
KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...