Kamis
18 Juni 2026 | 5 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gus Yani: Pemerintah Tidak Diam dalam Menangani Dampak Covid-19

pdip-jatim-bupati-gresik-190721-fandi-akhmad-yani-a

GRESIK – Keselamatan rakyat dan sektor ekonomi menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam berbagai kebijakan penanganan Covid-19. Hal itu dikatakan Bupati Fandi Akhmad Yani menanggapi aspirasi sejumlah pemuda yang mengusulkan kepada pemerintah untuk tidak memperpanjang masa PPKM darurat.

“Kami sampaikan bahwa pemerintah tidak diam. Berbagai upaya terus kami lakukan, mulai dari membuat posko darurat bantalan sosial untuk warga isoma (isolasi mandiri) dan yang terdampak Covid-19,” kata Bupati Gus Yani.

Gus Yani yang pada pilkada lalu diusung PDI Perjuangan berharap, dalam kondisi seperti ini dirinya ingin semua pihak saling mengerti dan bersama-sama menekan kasus Covid-19. 

“Banyak tenaga kesehatan (nakes) yang mengeluh karena pasien Covid-19 terus bertambah. Sektor ekonomi dan kesehatan ini sangat penting, jika ada masalah mari duduk bersama,” ungkapnya.

Untuk upaya di sektor kesehatan, jelas Gus Yani, pemerintah menambah jumlah kasur rumah sakit dan meningkatkan status rumah sakit Stadion Gelora Joko Samudro (GEJOS) menjadi sedang. Serta penambahan pipa oksigen sepajang satu kilometer langsung dari pabrik.

“Ini bagian dari hilir. Kuncinya adalah di hulunya. Kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan,” tandas Gus Yani.

Penjelasan Gus Yani disampaikan kepada sejumlah pemuda yang menyampaikan aspirasi mereka di Kantor Bupati Gresik, Senin (19/7/2021). Mereka menolak perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Alasannya, terkait pembatasan jam malam untuk berjualan dan penyekatan jalan.   

“Mereka (PKL) buka pukul 18.00 WIB, kemudian pukul 20.00 WIB diminta tutup. Sedangkan buat makan sehari-hari hasil jualan itu. Kalau seperti ini, mereka makan apa,” kata Ketua Forum Kota (Forkot) Gresik, Haris Sofwanul Faqih.

Sementara Ketua Genpatra (Gerakan Pemuda Nusantara) Ali, menyebut, banyak warga yang tidak bisa bekerja karena tidak lolos operasi penyekatan. “Padahal mereka harus mencukupi kebutuhan hidup anak istrinya,” katanya.

Atas aspirasi dari kelompok pemuda tersebut, Bupati Gus Yani menyatakan pihaknya akan menyampiakan aspirasi yang ada kepada pemerintah pusat. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Siap Gelar RedTalk 2026, PAC PDIP Prajurit Kulon Ajak Pemuda Naik Kelas Jadi Pemimpin Masa Depan

PAC PDI Perjuangan Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, akan menggelar RedTalk 2026 sebagai forum diskusi ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Semua Pihak Menahan Diri Terkait Polemik Batalyon TP di Silo

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta seluruh pihak menahan diri terkait polemik pembangunan Batalyon Teritorial ...
LEGISLATIF

Empat Masalah Serius Sektor Pertanian Kabupaten Pasuruan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti empat persoalan utama yang dinilai ...
KABAR CABANG

PAC Ngariboyo Magetan Salurkan Bantuan untuk Warga Lansia

MAGETAN – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ngariboyo menggelar ...
KRONIK

Novita Hardini Siapkan Jalan bagi Talenta Muda Lewat UPRINTIS Futsal League 2026

Anggota DPR RI Novita Hardini menggelar UPRINTIS Futsal League 2026 sebagai wadah pembinaan talenta muda ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Malang Gelorakan Semangat Gotong Royong Lewat Beragam Aksi Nyata di Bulan Bung Karno 2026

DPC PDI Perjuangan Kota Malang menggelar rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2026 mulai dari bakti sosial, bazar ...