Senin
03 Agustus 2026 | 12 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gus Yani: Pemerintah Tidak Diam dalam Menangani Dampak Covid-19

pdip-jatim-bupati-gresik-190721-fandi-akhmad-yani-a

GRESIK – Keselamatan rakyat dan sektor ekonomi menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam berbagai kebijakan penanganan Covid-19. Hal itu dikatakan Bupati Fandi Akhmad Yani menanggapi aspirasi sejumlah pemuda yang mengusulkan kepada pemerintah untuk tidak memperpanjang masa PPKM darurat.

“Kami sampaikan bahwa pemerintah tidak diam. Berbagai upaya terus kami lakukan, mulai dari membuat posko darurat bantalan sosial untuk warga isoma (isolasi mandiri) dan yang terdampak Covid-19,” kata Bupati Gus Yani.

Gus Yani yang pada pilkada lalu diusung PDI Perjuangan berharap, dalam kondisi seperti ini dirinya ingin semua pihak saling mengerti dan bersama-sama menekan kasus Covid-19. 

“Banyak tenaga kesehatan (nakes) yang mengeluh karena pasien Covid-19 terus bertambah. Sektor ekonomi dan kesehatan ini sangat penting, jika ada masalah mari duduk bersama,” ungkapnya.

Untuk upaya di sektor kesehatan, jelas Gus Yani, pemerintah menambah jumlah kasur rumah sakit dan meningkatkan status rumah sakit Stadion Gelora Joko Samudro (GEJOS) menjadi sedang. Serta penambahan pipa oksigen sepajang satu kilometer langsung dari pabrik.

“Ini bagian dari hilir. Kuncinya adalah di hulunya. Kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan,” tandas Gus Yani.

Penjelasan Gus Yani disampaikan kepada sejumlah pemuda yang menyampaikan aspirasi mereka di Kantor Bupati Gresik, Senin (19/7/2021). Mereka menolak perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Alasannya, terkait pembatasan jam malam untuk berjualan dan penyekatan jalan.   

“Mereka (PKL) buka pukul 18.00 WIB, kemudian pukul 20.00 WIB diminta tutup. Sedangkan buat makan sehari-hari hasil jualan itu. Kalau seperti ini, mereka makan apa,” kata Ketua Forum Kota (Forkot) Gresik, Haris Sofwanul Faqih.

Sementara Ketua Genpatra (Gerakan Pemuda Nusantara) Ali, menyebut, banyak warga yang tidak bisa bekerja karena tidak lolos operasi penyekatan. “Padahal mereka harus mencukupi kebutuhan hidup anak istrinya,” katanya.

Atas aspirasi dari kelompok pemuda tersebut, Bupati Gus Yani menyatakan pihaknya akan menyampiakan aspirasi yang ada kepada pemerintah pusat. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT Kemerdekaan, “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar apel gabungan di halaman Kantor Pemkab setempat, pada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Sebut Putusan MK Soal MBG Selaras Aspirasi PDI Perjuangan

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Bangkalan Distribusikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BANGKALAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang ...
KRONIK

HUT ke-11 Asosiasi BPD, Erma Harap Semakin Solid dan Inspiratif

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengucapkan selamat HUT ke-11 ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Temui Sopir Angkot Malang, Dewanti Dorong Dialog Cari Solusi Trans Jatim Koridor II

DPRD Jatim akan menemui sopir angkot Malang Raya yang menolak Trans Jatim Koridor II. Dewanti Rumpoko mendorong ...
LEGISLATIF

Anton Kusumo Minta Penilaian Desil Bansos Berdasarkan Kondisi Ekonomi Riil Keluarga

MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, Anton Kusumo, meminta pemerintah mengevaluasi mekanisme ...