Kamis
06 Agustus 2026 | 3 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Keren, Kader Banteng Ini Budidayakan Ikan Koi Hingga Punya 20 Kolam

PDIP-Jatim-Murniati-11072021

KOTA PROBOLINGGO – Siapa sangka, lahan kurang produktif di Kota Probolinggo disulap menjadi kolam budidaya ikan koi. Hebatnya, budidaya ikan khas Jepang ini, dikembangkan kader PDI Perjuangan hingga memiliki 20 kolam.

Ialah Murniati, kader banteng asal Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Ditemui pada Minggu (11/7/2021), ia menujukan kolam yang dikelolanya sejak tahun 2019 silam. Tak sendiri, budidaya ikan yang diawali oleh kakaknya itu kini makin berkembang setelah ia dan suaminya ikut bergabung. Bahkan, yang awalnya cuma 1 kolam kini memliki 20 kolam ikan koi yang juga melibatkan warga sekitar.

“Awalnya itu, dulu ini rawa kangkung. Namun, kurang maksimal. Jadi, sempat berpikir, kira-kira apa sekiranya mampu meningkatkan perekonomian, sehingga muncullah budidaya ikan koi itu,” jelas Sekretaris PDI Perjuangan Ranting Jrebeng Kidul ini.

Saat memulai, ia beli bibit ikan di Blitar. Lalu, dirawat pelan-pelan, hingga makin besar di lahan kolam yang dimilikinya bersama keluarga.

“Biasanya butuh waktu 3 bulan untuk ikan menjadi ukuran 20 centi. Baru bisa dipanen dan dijual ke masyarakat yang minat,” tambahnya.

Jenis ikannya pun bervariasi, ada lokal maupun jenis impor. Misalnya, kohako, siro, taisho sanke, shusui hingga showa sanshoku.

Saat ini sudah ada kolam dengan jumlah 20  dengan ukuran 10 x 15 meter. Kalau nanti panen, 1 kolam sebanyak 300-500 ikan. Namun, jumlah itu ia kurangi agar perkembangan tumbuh ikan bisa lebih maksimal.

“Ada suka dan duka dalam budidaya. Sukanya kita bisa mengangkat perekonomian warga sini. Sebab, bisa menambah pemasukan warga sekitar. Kita juga ajak pokdarwis setempat,” jelasnya.

 Sedangkan dukanya, tambah Murniati, jika ada penyakit, jamur, dan predator ikan menjadi kendala tersendiri.

Untuk omzet yang diperoleh, Murniati mengaku mendapatkan sekitar Rp 5 juta tiap bulan. Di tengah pandemi Covid-19, dirinya fokus penjualan melalui online, namun sedikit ada kendala.

“Di tengah pandemi ini, kendala yang kami hadapi proses pengiriman ada keterlambatan. Jika terlalu lama di ekspedisi, ikan bisa mati,” pungkasnya. (drw/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Artikel Terkini

KRONIK

Panitia Soekarno Cup 2026 Pastikan Persiapan Mencapai Seratus Persen

SURABAYA – Panitia Soekarno Cup 2026 menyatakan kesiapan penuh menjelang pembukaan turnamen yang akan menyajikan ...
KRONIK

Hj. Ansari Tegaskan Dana Haji Tidak Mengendap: Dikelola Transparan dan Berbasis Syariah

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Jatim XI (Madura), Hj. Ansari, mengajak masyarakat Madura untuk ...
KRONIK

Bupati Lukman: Integritas Itu Fondasi, Kepercayaan Publik Nomor Satu

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menghadirkan ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Keberhasilan Pembangunan Blitar Ditentukan Kualitas SDM, Bukan Sekadar Infrastruktur

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan keberhasilan pembangunan daerah tidak semata diukur dari banyaknya ...
KRONIK

Mahasiswa STAI Al Utsmani Dapat KIP 6 Juta Per Semester, Ina: Gunakan untuk Kebutuhan Kuliah

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, menegaskan bahwa Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) ...
LEGISLATIF

Infrastruktur Jadi Prioritas Perubahan APBD 2026, DPRD Jatim Respons Aspirasi Desa

DPRD Jawa Timur dan Pemprov Jatim menyepakati Perubahan APBD 2026 dengan pembangunan infrastruktur sebagai ...