Senin
26 Oktober 2026 | 2 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

RS Lapangan Tembak Surabaya Buka Lowongan Ratusan Dokter dan Perawat

pdip-jatim-eri-cahyadi-100721-1

SURABAYA – Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) di Kedungcowek, Surabaya, membutuhkan antara 100-200 relawan dokter dan perawat.

Tenaga dokter umum dan perawat itu nantinya akan mendapatkan gaji, dikontrak dan bisa juga diperpanjang. Pendaftarannya bisa langsung menghubungi drg. Migit di nomor 083854341818 atau Thyar di nomor 081358976548.

“Jadi, kami butuh sekitar 100-200 orang perawat dan dokter umum. Nanti pasiennya Insya Allah sekitar 1.000 orang kalau sudah beroperasi semuanya,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada wartawan, Jumat (9/7/2021).

Kualifikasi untuk tenaga dokter umum adalah memiliki ijazah, usia maksimal 50 tahun, tidak harus mempunyai surat tanda register (STR) dokter. Tenaga dokter ini akan diterbitkan surat izin praktek (SIP) sementara dan harus sehat jasmani dan rohani.

Sedangkan untuk tenaga perawat kualifikasinya adalah harus memiliki ijazah, usia maksimal 50 tahun, tidak harus mempunyai STR, melainkan akan diterbitkan SIP sementara dan harus sehat jasmani dan rohani.

Saat ini, RSLT Kedung Cowek masih belum digunakan pasien Covid-19 karena masih menunggu tabung oksigen.

“Rumah Sakit Lapangan Tembak belum terisi karena nunggu tabung oksigennya. Nantinya oksigennya jadi satu,” jelas Eri Cahyadi.

Menurut dia, rumah sakit baru itu harus ada tabung oksigennya, dan sampai saat ini belum datang. Namun begitu, dia memprediksi Jumat sore akan datang dan pemasangannya akan dibantu pihak Samator.’

Tentunya, lanjut dia, oksigen itu sangat diperlukan pada saat RSLT itu menerima pasien Covid-19. Apalagi, jika pasien itu sesak nafas atau pun saturasinya turun.

Makanya, ketika tabung oksigennya itu sudah datang, maka akan langsung dilakukan pemasangan dan dengan segera RSLT itu akan segera dioperasionalkan atau menerima pasien Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, pasien tidak bisa langsung datang ke RSLT menggunakan ambulans, melainkan harus melalui mekanisme rujukan dari puskesmas.

Hal ini diterapkan untuk mempermudah petugas melakukan tracing atau pelacakan kontak erat.

Supaya kami tidak tertinggal untuk tracing. Jadi yang membawa ke sini puskesmas. Kalau warga langsung datang pakai ambulans ke sini tidak bisa,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Febria, ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi ketika pasien Covid-19 ingin menjalani perawatan di RSLT. Yakni membawa KTP, KK serta hasil tes usap PCR positif baik dari puskesmas ataupun laboratorium lain. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Warga Ponggok Kesulitan Air Bersih, PDIP Kediri Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

KEDIRI – Kesulitan air bersih yang dialami warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendorong DPC PDI ...
HEADLINE

Megawati di Merah Muda Fest: Anak Muda Harus Kritis dan Bertanggung Jawab atas Masa Depan Bangsa

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendorong generasi muda berani berpikir kritis, ...
SEMENTARA ITU...

Hujan Tak Surutkan Semangat, Ribuan Warga Blitar Ikuti Jalan Sehat Hari Santri

BLITAR – Hujan rintik-rintik tak menyurutkan semangat ribuan warga Kabupaten Blitar mengikuti Jalan Sehat Hari ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Dukung Gantangan Perkutut Trenggalek, Berpotensi Gerakkan Ekonomi Lokal

TRENGGALEK – Gantangan burung perkutut di Kabupaten Trenggalek berpotensi berkembang menjadi penggerak ekonomi ...
KRONIK

Kanang: Banteng Futsal League Mbah Kung Cup Bagian dari Konsolidasi Partai

NGAWI – Banteng Futsal League Mbah Kung Cup 2026 menjadi bagian dari konsolidasi PDI Perjuangan untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Kemloko Jadi Agropolitan, Kembangkan Potensi Wisata Koi

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, mendorong masyarakat Desa Kemloko, Kecamatan ...