Kamis
23 Juli 2026 | 12 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

RS Lapangan Tembak Surabaya Buka Lowongan Ratusan Dokter dan Perawat

pdip-jatim-eri-cahyadi-100721-1

SURABAYA – Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) di Kedungcowek, Surabaya, membutuhkan antara 100-200 relawan dokter dan perawat.

Tenaga dokter umum dan perawat itu nantinya akan mendapatkan gaji, dikontrak dan bisa juga diperpanjang. Pendaftarannya bisa langsung menghubungi drg. Migit di nomor 083854341818 atau Thyar di nomor 081358976548.

“Jadi, kami butuh sekitar 100-200 orang perawat dan dokter umum. Nanti pasiennya Insya Allah sekitar 1.000 orang kalau sudah beroperasi semuanya,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada wartawan, Jumat (9/7/2021).

Kualifikasi untuk tenaga dokter umum adalah memiliki ijazah, usia maksimal 50 tahun, tidak harus mempunyai surat tanda register (STR) dokter. Tenaga dokter ini akan diterbitkan surat izin praktek (SIP) sementara dan harus sehat jasmani dan rohani.

Sedangkan untuk tenaga perawat kualifikasinya adalah harus memiliki ijazah, usia maksimal 50 tahun, tidak harus mempunyai STR, melainkan akan diterbitkan SIP sementara dan harus sehat jasmani dan rohani.

Saat ini, RSLT Kedung Cowek masih belum digunakan pasien Covid-19 karena masih menunggu tabung oksigen.

“Rumah Sakit Lapangan Tembak belum terisi karena nunggu tabung oksigennya. Nantinya oksigennya jadi satu,” jelas Eri Cahyadi.

Menurut dia, rumah sakit baru itu harus ada tabung oksigennya, dan sampai saat ini belum datang. Namun begitu, dia memprediksi Jumat sore akan datang dan pemasangannya akan dibantu pihak Samator.’

Tentunya, lanjut dia, oksigen itu sangat diperlukan pada saat RSLT itu menerima pasien Covid-19. Apalagi, jika pasien itu sesak nafas atau pun saturasinya turun.

Makanya, ketika tabung oksigennya itu sudah datang, maka akan langsung dilakukan pemasangan dan dengan segera RSLT itu akan segera dioperasionalkan atau menerima pasien Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, pasien tidak bisa langsung datang ke RSLT menggunakan ambulans, melainkan harus melalui mekanisme rujukan dari puskesmas.

Hal ini diterapkan untuk mempermudah petugas melakukan tracing atau pelacakan kontak erat.

Supaya kami tidak tertinggal untuk tracing. Jadi yang membawa ke sini puskesmas. Kalau warga langsung datang pakai ambulans ke sini tidak bisa,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Febria, ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi ketika pasien Covid-19 ingin menjalani perawatan di RSLT. Yakni membawa KTP, KK serta hasil tes usap PCR positif baik dari puskesmas ataupun laboratorium lain. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Perampingan OPD, DPRD Magetan Ingatkan Pemkab untuk Belajar dari Kesalahan Masa Lalu

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan memberikan sinyal positif terhadap rencana ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Gandeng Dekopinda Rumuskan Program Agar Anak Muda Tertarik Berkoperasi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menggandeng Dekopinda Kabupaten Kediri untuk merumuskan program yang mampu ...
LEGISLATIF

Ketua DPRD Surabaya: Banpol untuk Perkuat Pendidikan Demokrasi

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri menegaskan bantuan keuangan partai politik (banpol) merupakan ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Penguatan Perlindungan Anak, Kekerasan Harus Jadi Prioritas Penanganan

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana mendorong penguatan kebijakan perlindungan ...
UMKM

Bupati Yani Resmikan Sentra IKM Logam Gresik, Jadi Pusat Produksi Bersama dan Magang SMK

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik resmi mengoperasikan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam ...
KRONIK

Tinjau SR, Bupati Lukman Tegaskan Komitmen Pemerintah Hadirkan Pendidikan Berkualitas

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, bersama tim Balai Besar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meninjau lokasi ...