Rabu
13 Mei 2026 | 10 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kunjungi Desa “Pancasila” Penompo, Pungkasiadi: Mari Amalkan Pancasila untuk Tangkal Sikap Intoleran

pdip-jatim-pungkasiadi-070920-1

MOJOKERTO- Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto, Pungkasiadi menegaskan bahwa partainya berkomitmen untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan membumikan Pancasila di Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Desa “Pancasila” Penompo, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (19/6/2021).

“Sampai saat ini PDI Perjuangan mempunyai komitmen tinggi untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara yang harus diamalkan oleh setiap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pungkasiadi di hadapan masyarakat desa yang dikenal rukun itu.

Mantan Bupati Mojokerto itu juga mengajak masyarakat untuk terua mengamalkan Pancasila di tengah-tengah pengaruh asing dan sikap intoleran yang semakin menjamur di Indonesia.

“Kita terus ajak masyarakat untuk memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan globalisasi, di tengah pengaruh budaya asing, dan sikap intoleran yang semakin menjamur di indonesia. Kita harus dikikis habis itu semua. Artinya, kita tidak boleh melindungi ormas-ormas yang tidak berdasarkan Pancasila,” terangnya.

Desa Penompo ini, lanjut Pungkasiadi, merupakan desa percontohan yang bisa mengamalkan Pancasila, bisa bahu-membahu, dan masyarakatnya hidup rukun dalam keberagaman.

“Contohnya di Desa Penompo, Sukorame ini sudah bertahun-tahun mengamalkan ajaran Pancasila. Umat Beragama bisa hidup rukun. Umat Hindu, Kristen, Islam, semuanya bisa hidup berdampingan di dalam satu desa. Mereka rukun membangun desa secara bersama-sama. Desa Penompo adalah Desa Pancasila pertama di Mojokerto,” jelasnya.

Sementara itu, Wakabid Organisasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto, Sriatin menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka, bahkan sejak zaman Kerajaan Majapahit

“Nilai-nilai Pancasila itu sudah ada sejak jaman Majapahit, di mana masyarakat Hindu, Budha bisa hidup berdampingan; guyub rukun membangun Nusantara waktu itu,” ujar Sriatin.

Sriatin juga menjelaskan, di masa kepemimpinannya, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, tetap kukuh untuk mempertahankan wilayah kedaulatan Indonesia.

“Di zaman Ibu Megawati, sebagai generasi penerus Bung Karno, maka Bu Mega tidak ingin Indonesia ini tercerai berai. Beliau ingin persatuan dan kesatuan tetap dijaga dengan dasar Pancasila. Saat Aceh ingin lepas, Bu Mega dengan gigihnya mempertahankannya,” beber Sriatin.

Tak hanya kepemimpinan Megawati, Sriatin juga memuji kepemimpinan Joko Widodo yang benar-benar ingin membumikan Pancasila dengan membuat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), agar masyarakat bisa menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemudian di zaman Jokowi ini sudah dibentuk BPIP. Artinya negara benar-benar ingin membumikan Pancasila dalam kehidupan rakyatnya. Bukan hanya dihafal, tapi juga dihayati dan dimengerti, serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Sriatin mengakhiri. (arul/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...