Selasa
21 Juli 2026 | 11 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Madumongso Ponorogo, Si Hitam-Manis yang Tahan 6 Bulan

PDIP-Jatim-Madumongso-19052021

PONOROGO – Tak afdol rasanya suguhan lebaran tanpa ada madumongso. Itu berlaku hampir bagi seluruh warga Ponorogo. Kendati peminat si hitam manis nan legit ini terus berkurang, namun untuk menyuguhkan di atas meja tamu untuk jajajan lebaran menjadi menu andalan.

“Setiap lebaran pasti ada madumongso untuk suguhan jajanan bagi tamu. Tidak pernah bikin sendiri, tapi beli. Karena bikinnya susah dan perlu waktu lama,” tutur Siti Noor Ainie, Wakil Sekretaris Internal DPC PDI Perjuangan Ponorogo, Rabu (19/5/2021).

Untuk mendapatkan madumongso yang enak, tidak nglethis (keras), dan legit, tidak sembarangan orang bisa membuatnya. Karena itu, ibu dua anak itu selalu memesan jauh hari pada penjual madumoso langganannya, yang hanya memproduksi madumongso setiap musim lebaran saja.

Selain untuk konsumsi sendiri dan para tamu, Mbak Noora -panggilan akrab Siti Noor Ainie- juga memesan banyak untuk oleh-oleh sanak saudaranya yang mudik. Tapi berhubung pemerintah melarang mudik, pembelian madumongso dibatasi.

“Tahun-tahun sebelumnya saya pesan 5-10 kg untuk oleh-oleh saudara yang mudik. Tapi karena tidak ada yang mudik, ya beli seperlunya saja,” imbuh Noora.

Selain sebagai jajanan yang dihidangkan di meja tamu, madumongso juga dijadikan hantaran Idul Fitri, atau buah tangan saat silaturahmi ke sanak saudara. Itu karena daya tahan jajajan berbahan utama ketan hitam, gula merah dan santan itu, sampai 6 bulan. Itu pun tidak setiap waktu bisa menemukan jajanan khas Ponorogo ini.

“Kalau pingin madumongso ya nunggu lebaran, atau pesan ke penjual jajanan. Yang suka madumongso hanya yang tua-tua saja, anak-anak sekarang tidak doyan,” pungkas Noora.

Proses pembuatan madumongso membutuhkan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari jika dimulai dengan membuat tape ketannya. Jika tape ketan sudah matang, barulah dimasak dalam api besar dan stabil untuk mematangkan madumogso. Setelah matang perlu didinginkan dengan diangin-anginkan sebelum dibungkus kecil-kecil menggunakan plastik atau kertas minyak. Harga madumongso siap makan 75 sampai 80 ribu rupiah perkilogram. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...