Selasa
22 September 2026 | 6 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mufti: Rencana Beli Peternakan di LN Tak Hargai Peternak dan Peneliti

pdip-jatim-mufti-anam-110121

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam menilai wacana yang dilontarkan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membeli peternakan sapi di Belgia tidak sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing industri peternakan dalam negeri.

”Akuisisi peternakan di luar negeri tidak memberi sedikit pun nilai tambah ke stakeholder peternakan di tanah air, terutama para peternak,” kata Mufti Anam, Senin (19/4/2021).

”Benar, Indonesia masih impor daging sapi. Namun itu bukan alasan untuk membeli peternakan di luar negeri, kemudian sapinya diimpor ke Indonesia. Sama saja kalau begitu. Apalagi Belgia, jauh, pengirimannya tentu cukup mahal,” ujarnya.

Konon Menteri BUMN Erick Thohir berencana membeli peternakan sapi di Belgia. Erick kabarnya sudah meminta Duta Besar RI untuk Belgia, Andri Hadi untuk mencarikannya pertenakan sapi yang siap dijual.

Mufti mengatakan, akan jauh lebih baik jika BUMN membantu mengembangkan peternakan sapi di tanah air untuk mengakselerasi tercapainya swasembada daging.

”Politik pangan Presiden Jokowi jelas, yaitu optimalkan potensi dalam negeri. Ini jadi pertanyaan publik, kok malah para menterinya menempuh jalan berbeda dibanding politik pangan presiden,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Dia mengatakan, sejumlah langkah bisa dilakukan untuk memacu peternakan sapi di tanah air.

Kementerian Pertanian, misalnya, juga telah mengembangkan sapi Belgian Blue, bekerja sama dengan UGM dan IPB. Peningkatan mutu genetik ternak juga terus dilakukan melalui riset dan uji coba yang sebagian telah sukses.

Mufti mengatakan, rencana akuisisi peternakan di luar negeri terkesan tidak menghargai peternak dan para peneliti yang telah berjuang keras selama ini meningkatkan produksi daging sapi.

”Bahwa masih ada tantangan peningkatan produksi itu fakta, tetapi seharusnya BUMN bantu dong. Cari lokasinya yang sesuai dengan kebutuhan sapi Belgian blue, begitu pula jenis sapi lainnya, ada Simmental, Limousin, Angus, Madura, Bali, PO, Aceh, dan sebagainya. Sentuh teknologi modern, peternakan 4.0. Tunggu saatnya panen raya menuju swasembada, bahkan bisa ekspor,” ujar mantan ketua HIPMI Jatim tersebut.

”Begitu seharusnya pola pikir membangun kemandirian ekonomi bangsa,” imbuh wakil rakyat dari Dapil Pasuruan-Probolinggo ini. (*/goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Ina Ammania: AI bukan Jalan Pintas Selesaikan Tugas Akademik

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengingatkan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) ...
LEGISLATIF

Khamim Tohari Berharap Konflik Songgoriti Tuntas, Jadi Kado HUT ke-25 Kota Batu

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu Khamim Tohari berharap penuntasan konflik pengelolaan dan ...
PEMILU

Puan Tegaskan Ambang Batas Parlemen 5 Persen Masih Wacana Informal Antarparpol

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan wacana ambang batas parlemen ...
EKSEKUTIF

Eri Beber Alasan Pemkot Surabaya Libatkan Warga dalam Pemeringkatan Desil

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi membeberkan alasan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan warga dalam ...
LEGISLATIF

Anas Karno Dorong Sosialisasi Bunda Jelita Diperluas hingga Kelurahan dan Kader

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno mendorong sosialisasi Bersama Urus Kelahiran dan ...
LEGISLATIF

Festival Jaranan Trenggalek ke-30 Masuk KEN, DPRD Dorong Jaranan Makin Mendunia

TRENGGALEK – Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-30 tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pelestarian ...