Sabtu
07 November 2026 | 2 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mufti: Rencana Beli Peternakan di LN Tak Hargai Peternak dan Peneliti

pdip-jatim-mufti-anam-110121

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam menilai wacana yang dilontarkan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membeli peternakan sapi di Belgia tidak sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing industri peternakan dalam negeri.

”Akuisisi peternakan di luar negeri tidak memberi sedikit pun nilai tambah ke stakeholder peternakan di tanah air, terutama para peternak,” kata Mufti Anam, Senin (19/4/2021).

”Benar, Indonesia masih impor daging sapi. Namun itu bukan alasan untuk membeli peternakan di luar negeri, kemudian sapinya diimpor ke Indonesia. Sama saja kalau begitu. Apalagi Belgia, jauh, pengirimannya tentu cukup mahal,” ujarnya.

Konon Menteri BUMN Erick Thohir berencana membeli peternakan sapi di Belgia. Erick kabarnya sudah meminta Duta Besar RI untuk Belgia, Andri Hadi untuk mencarikannya pertenakan sapi yang siap dijual.

Mufti mengatakan, akan jauh lebih baik jika BUMN membantu mengembangkan peternakan sapi di tanah air untuk mengakselerasi tercapainya swasembada daging.

”Politik pangan Presiden Jokowi jelas, yaitu optimalkan potensi dalam negeri. Ini jadi pertanyaan publik, kok malah para menterinya menempuh jalan berbeda dibanding politik pangan presiden,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Dia mengatakan, sejumlah langkah bisa dilakukan untuk memacu peternakan sapi di tanah air.

Kementerian Pertanian, misalnya, juga telah mengembangkan sapi Belgian Blue, bekerja sama dengan UGM dan IPB. Peningkatan mutu genetik ternak juga terus dilakukan melalui riset dan uji coba yang sebagian telah sukses.

Mufti mengatakan, rencana akuisisi peternakan di luar negeri terkesan tidak menghargai peternak dan para peneliti yang telah berjuang keras selama ini meningkatkan produksi daging sapi.

”Bahwa masih ada tantangan peningkatan produksi itu fakta, tetapi seharusnya BUMN bantu dong. Cari lokasinya yang sesuai dengan kebutuhan sapi Belgian blue, begitu pula jenis sapi lainnya, ada Simmental, Limousin, Angus, Madura, Bali, PO, Aceh, dan sebagainya. Sentuh teknologi modern, peternakan 4.0. Tunggu saatnya panen raya menuju swasembada, bahkan bisa ekspor,” ujar mantan ketua HIPMI Jatim tersebut.

”Begitu seharusnya pola pikir membangun kemandirian ekonomi bangsa,” imbuh wakil rakyat dari Dapil Pasuruan-Probolinggo ini. (*/goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Pulung Agustanto Bagikan Sembako dan Uang Saku, Ajak Warga Sarapan Bersama

KEDIRI – Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, membagikan paket sembako dan uang saku kepada masyarakat ...
KRONIK

Soekarno Run Bidik Dampak Ekonomi, 4.200 Pelari Lintasi Situs Sejarah Bung Karno

Soekarno Run Blitar 2026 diikuti 4.200 pelari. Event ini membidik dampak ekonomi melalui UMKM, kuliner, penginapan, ...
HEADLINE

Jelang Soekarno Run Blitar, Tiga DPC PDIP Gelar Doa Bersama di Makam Bung Karno

BLITAR – Menjelang pelaksanaan Soekarno Run yang diikuti 4.200 peserta, tiga DPC PDI Perjuangan menggelar doa ...
KRONIK

Bupati Lukman Lepas Kontingen POPDA, Target Pertahankan Peringkat Ketiga

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, melepas 98 atlet muda Kabupaten Bangkalan yang akan berlaga pada Pekan ...
KRONIK

Ijen Geopark Raih Green Card UNESCO, Sinung: Konservasi Harus Berbuah Kesejahteraan

BONDOWOSO – Status Green Card UNESCO Global Geopark yang kembali diraih Ijen Geopark menjadi pengakuan atas upaya ...
KRONIK

Bupati Ipuk Rutin Kolaborasi Lintas Sektor, Inflasi Banyuwangi Terus Terjaga

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, rutin berkolaborasi lintas sektor di Tim Pengendali Inflasi ...