Jumat
25 September 2026 | 5 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banteng DPRD Kota Madiun Inisiasi Raperda Kebudayaan Daerah

pdip-jatim-ilustrasi-raperda

KOTA MADIUN – Derasnya arus informasi dan perkembangan zaman yang begitu pesat berimbas pada segala bidang kehidupan, tak terkecuali budaya. 

Gempuran budaya asing di tengah kemajuan teknologi, dikhawatirkan membuat budaya lokal semakin tergerus. Hal ini menjadi perhatian serius Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun. 

Berangkat dari rasa keprihatinan terhadap budaya lokal yang semakin kurang dikenal oleh generasi muda, fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Daerah. 

“Budaya kita saat ini banyak dipelajari oleh bangsa lain sementara kita khususnya generasi muda semakin menjauh dengan budayanya sendiri. Kita khawatir misalnya suatu masa nanti kita belajar budaya kita sendiri harus ke mancanegara,” kata Ketua fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, Sutardi, Jum’at (26/3/2021). 

Legislator PDI Perjuangan ini menambahkan, Raperda tersebut saat ini sudah memasuki tahap finalisasi. Pun, untuk bisa masuk ke dalam skala prioritas pembahasan, diperlukan perjuangan yang tak mudah. 

“Sudah selesai, tahap finalisasi. Tapi juga perlu perjuangan untuk bisa masuk skala prioritas pembahasan,” ungkapnya. 

Jika Raperda Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Daerah ini disahkan, diharapkan akan mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan daerah sebagai bagian dari kebudayaan nasional. 

Selain itu, menjadikan kebudayaan sebagai sarana memperteguh persatuan, kesatuan dan penghargaan terhadap kebudayaan. “Serta menanamkan kebudayaan daerah dalam pendidikan guna mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Sutardi. 

Terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun, Anton Kusumo mengatakan, pihaknya mendukung penuh Raperda Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan yang diinisiasi fraksi PDI Perjuangan Kota Madiun. 

Menurutnya, melestarikan dan merawat budaya itu sesuatu yang luar biasa. “Kami mendukung penuh,” tegas Anton. 

Tidak sekadar dukungan, lanjut Anton, jika Raperda ini nantinya sudah disahkan menjadi Perda, pihaknya akan menginstruksikan kepada kader-kader di tingkat ranting, anak ranting, dan PAC untuk mengawal dan melaksanakan Perda Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan tersebut. 

“Kaitannya dengan Jas Merah itu sebetulnya. Wajib hukumnya kader partai untuk selalu melaksanakan tentang Jas Merah, salah satunya bisa diimplementasikan dengan pelestarian kebudayaan, itu harus terus dilestarikan,” pungkas Anton. (ant)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...
LEGISLATIF

Banggar DPRD Magetan Alihkan Dana Beli Mobil PKK Rp 498,8 Juta untuk Proyek Jalan Bendo–Belotan

MAGETAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan untuk membelikan kendaraan dinas baru bagi Tim Penggerak ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Siapkan Sumur Bor Tenaga Surya untuk Atasi Krisis Air Petani Blitar

BLITAR – Krisis air akibat kemarau panjang menjadi keluhan utama petani di wilayah barat Kabupaten Blitar. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Sidak Pasar Bandar dan Pahing, Cari Jalan Keluar Polemik Pedagang

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid bersama sejumlah anggota dewan melakukan inspeksi mendadak ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Pasuruan Setujui P-APBD 2026 dengan Catatan

KOTA PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan secara resmi menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan ...