SURABAYA – Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim), Agatha Retnosari mendesak Pemprov Jatim lebih gencar mensosialisasikan Program Jatim Bejo yang digagas Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Menurut Agatha, dengan sosialisasi yang lebih gencar, program untuk membantu memasarkan produk-produk yang dimiliki pelaku UMKM di Jatim tersebut bisa segera diikuti pemerintah kabupaten/kota.
“Dua OPD Pemprov Jatim yaitu Dinas Koperasi dan UKM, serta bagian pengadaan barang dan Jawa supaya lebih gencar sosialisasi agar pelaku UMKM mengetahui program Jatim Bejo tersebut,” kata Agatha.
Dia menambahkan, dalam pelaksanaan Program Jatim Bejo, juga perlu diperluas dengan memberikan pelatihan khusus bagi para pelaku UMKM di Jatim.
Pelatihan ini, terangnya, tentu yang berkaitan dengan kualitas dari produk UMKM tersebut, sehingga bisa diterima pasar yang lebih luas.
Saat ini, sebutnya, Program Jatim Bejo minim sosialisasi, sehingga banyak masyarakat tidak mengetahui program sangat membantu pelaku UMKM di Jatim tersebut, khususnya di masa pandemi Covid-19.
“Bisa dikata program ini sama dengan program-progran lainnya, yakni minim sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Program Jatim Bejo bentuknya berupa aplikasi dimana OPD milik Pemprov Jatim akan membantu untuk membeli produk UMKM. Transaksi pasar dipindahkan dalam sebuah aplikasi dengan memasarkan produk-produk UMKM,.
Alumnus ITS ini mengaku sangat mengapresiasi program Jatim Bejo tersebut secara online terlihat adanya transparansi dalam transaksi tersebut. Dia pun berharap program ini bisa mempercepat kebangkitan ekonomi Jatim.
“Di masa pandemi seperti sekarang, pemerintah yang mengelola keuangan besar bisa membelanjakan uangnya kepada UMKM yang ada di Jatim. Ini jelas akan menghidupkan perekonomian Jatim di tengah pandemi,” katanya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











