Minggu
26 Juli 2026 | 9 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Khofifah: Tetap Tenang, Jangan Terpancing

khofifah saat konferensi pers

khofifah saat konferensi pers

SURABAYA – Juru bicara Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat tetap tenang menjelang rekapitulasi KPU 22 Juli depan. “Saya serukan kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu atau agitasi yang bertujuan memecah belah,” kata Khofifah, saat konferensi pers di posko Jokowi-JK, Jalan Gayungsari Barat, Sabtu (19/7/2014).

Dalam konferensi pers tersebut, Khofifah juga mengumumkan keunggulan perolehan suara Jokowi-JK berdasarkan real count KPU Jawa Timur. Khofifah juga mengapresiasi TNI/Polri yang selama pelaksanaan pilpres mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan netral.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Gus Dur ini juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden SBY yang dengan komitmen penuh mengimbau aparat TNI/Polri untuk bersikap netral.

Disinggung mengenai kejanggalan proses pencoblosan dan rekapitulasi suara di beberapa daerah, Khofifah menegaskan bahwa hal tersebut sudah berulang dalam setiap momentum demokrasi. “Pola dan modusnya sama seperti pada pilgub Jatim. Kalau hal demikian terus dibiarkan, maka kualitas demokrasi, suara kedaulatan rakyat akan terus tercederai,” tegas Khofifah sambil membeberkan daerah-daerah yang diduga mengalami kejanggalan.

Hadir dalam konferensi pers yang berlangsung kurang lebih satu jam, perwakilan dari relawan Seknas Jokowi Surabaya, Bara JP Jatim, dan lainnya.

Ketua Bara JP Jatim, Giant Wijaya menyerukan kepada segenap relawan untuk menanggalkan segala atribut kampanye. “Saya meneruskan seruan dari Bapak Jokowi, tanggal 22 Juli nanti diharapkan masyarakat untuk tidak menggunakan atribut kampanye. Terutama baju kotak-kotak, ” tegas Giant.

Menurut Giant, menjelang pengumuman hasil pilpres oleh KPU ada pihak-pihak yang menggunakan atribut kampanye Jokowi untuk melakukan hal-hal yang tidak rasional. “Ngakunya Srikandi Revolusi Mental, tapi aksinya tolak hasil pemilu? Ini kan tidak masuk akal?” tandas Giant menepis pihak-pihak luar yang mengaku pendukung Jokowi.

Sedangkan perwakilan relawan Seknas Jokowi Surabaya, Misbachul Munir, mengungkapkan keheranannya atas beberapa temuan yang janggal. “Di beberapa daerah di Madura, saya menemukan beberapa DPT kelahiran tahun 1913-an,” ujar Munir.

Ketua KNTI Jawa Timur ini juga membeberkan kejanggalan suara 100% di beberapa TPS ke pasangan nomor urut satu. “Padahal ada saksi nomor 2. Masak saksi nomor 2 juga milih nomor 1?” ujar Munir. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Doding Rahmadi: Pengurus PDI Perjuangan Harus Siap Saat Masyarakat Membutuhkan

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek Doding Rahmadi meminta seluruh pengurus dari DPC hingga anak ranting ...
SEMENTARA ITU...

Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya Jadi Ruang Terbuka Aspirasi Warga

SURABAYA — Ketua DPRD Kota Surabaya, H Syaifuddin Zuhri, membuka pintu rumah dinasnya lebar-lebar malam ini, Sabtu ...
KABAR CABANG

30 Tahun Kudatuli, DPC Sidoarjo Bakal Gelar Teatrikal Detik-detik Pengambilalihan Paksa Kantor DPP PDI

SIDOARJO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo bakal menggelar aksi teatrikal kolosal ...
KABAR CABANG

Musran Serentak di Widodaren, Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi Minta Pengurus Baru Aktif Turun ke Masyarakat

NGAWI – Pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan di Kabupaten Ngawi terus berlanjut. Partai ...
KRONIK

Ketika Ribuan Gen Alpha Banyuwangi Memengan Tradisional, Ajak Lestarikan Permainan Nusantara

BANYUWANGI – Taman Blambangan Banyuwangi dipadati ribuan siswa SD. Para generasi alpha tersebut memainkan permainan ...
KRONIK

PDI Perjuangan Jember Dukung Program Home Care Pemkab, Siap Dorong Tambahan Anggaran

JEMBER – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember menyatakan dukungan terhadap peluncuran ...