Jumat
23 Oktober 2026 | 12 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hadapi Tantangan Zaman, Pesan Soekarno Ini Masih Relevan

pdip-jatim-puan-adat-jambi-1

JAKARTA – Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, peringatan kemerdekaan HUT ke-75 Republik Indonesia harus menjadi momentum untuk menguatkan persatuan dan gotong royong dalam mewujudkan Indonesia Maju.

“Indonesia maju adalah tujuan kita semua. Kita bisa mewujudkannya bersama, bergotong royong dan mengarahkan politik pembangunan nasional kita,” kata Puan, Senin (17/8/2020).

Menurutnya, politik pembangunan nasional dapat diarahkan untuk mempercepat pembangunan manusia Indonesia, menguatkan industri pangan nasional, penataan industri nasional yang kuat, pemerataan pembangunan infrastruktur serta optimalisasi reformasi birokrasi.

“Perjuangan mencapai Indonesia maju harus melalui kerja keras dan keberanian menjadi bangsa yang berdikari dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi,” ujarnya.

Dia pun mengutip pidato Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno tentang ancaman kolonialisme yang disampaikan dalam Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung, Jawa Barat.

Pidato tersebut berbunyi “Kolonialisme mempunyai juga baju modern, dalam bentuk penguasaan ekonomi, penguasaan intelektual, penguasaan materiil yang nyata, dilakukan oleh sekumpulan kecil orang-orang asing yang tinggal di tengah-tengah rakyat. Ia merupakan musuh yang licin dan tabah, dan menyaru dengan berbagai cara”.

Menurut Puan, pesan Presiden Soekarno masih relevan agar bangsa Indonesia mewaspadai dan mampu menangani tantangan zaman.

Secara khusus, tantangan yang dihadapi saat ini adalah menghadapi pandemi Covid-19. Puan mendorong pemerintah untuk meningkatkan penanganan pandemi Covid-19 agar dampaknya tidak meluas menjadi krisis ekonomi dan krisis sosial.

“Layanan kesehatan harus ditingkatkan dan merata. Kita juga harus mandiri dalam menyediakan vaksin Covid-19 dan menjaga perekonomian nasional,” katanya.

Saat mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana Merdeka , Jakarta, Puan hadir dengan mengenakan baju adat Jambi, yakni Tekuluk Bai Bai. Puan memilih perpaduan warna merah, hitam dan emas, dalam pakaian adat Jambi itu.

Pakaian Tekuluk diketahui sudah ada sejak zaman kerajaan Melayu dan dikenakan oleh perempuan dalam kegiatan sehari-hari.

Hingga kini, model tekuluk berkembang hingga jumlahnya mencapai lebih dari 50-an jenis tekuluk.

Adapun upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana diselenggarakan dengan jumlah peserta yang minim. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Terima Aliansi Ulama Jatim, Yordan Pastikan Kawal Aspirasi hingga ke Pusat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan M. Batara-Goa, menegaskan akan mengawal ...
KABAR CABANG

Kebakaran TPA Supit Urang, Kader PDIP Kota Malang Salurkan Masker dan Air Minum

Kader PDI Perjuangan Kota Malang menyalurkan masker bagi warga dan air minum untuk petugas pemadam kebakaran di ...
LEGISLATIF

Reses Fery Sudarsono, Warga Curhat Soal PJU hingga Nasib BKK Desa

MADIUN – Minimnya penerangan jalan umum (PJU), persoalan infrastruktur, hingga ketergantungan desa terhadap Bantuan ...
KRONIK

Kisruh Poktan Maju Makmur, Candra Dorong Regenerasi Kepengurusan Sesuai Mekanisme

JEMBER – Penetapan kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menjadi salah satu ...
KRONIK

Dorong Ekonomi Berbasis Masjid, Banyuwangi Latih 150 Takmir Kembangkan Masjid Affiliate

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong masjid menjadi pusat pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...