Rabu
03 Juni 2026 | 7 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ada Usulan Nambah TPS Pilkada saat Pandemi, Ini Saran Untari

pdip-jatim-logo-pilkada-serentak-2020

MALANG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno memberikan beberapa catatan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), terkait dengan rencana penambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Pilkada 2020 yang dijadwalkan Desember mendatang.

Untari menyarankan, tidak perlu menambah TPS, namun menambah jam tutupnya saja. “Saran saya, KPU tidak perlu nambah jumlah TPS, pilkada itu kan waktunya cepat, jamnya saja yang diperpanjang. Kalau tadinya dibatasi sampai jam 13.00 bisa diperpanjang sampai 15.00 untuk pemungutan suara,” kata Untari, Jumat (12/6/2020).

Diketahui, usulan penambahan jumlah TPS karena mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir dan KPU telah menyiapkan konsep penambahan jumlah TPS. Tujuannya adalah untuk memecah massa.

Sebelumnya, setiap TPS bisa menampung kapasitas hingga 800 orang. Atas masukan gugus tugas Covid-19, dikurangi menjadi 500 orang saja.

Untari mengatakan, dalam situasi pandemi seperti sekarang, dia berharap agar KPU bisa membantu pemerintah menghemat anggaran. Kalau harus menambah jumlah TPS, sebut Untari, konsekuensinya juga harus menambah terop, petugas, termasuk tambah ransum makan siang, honor dan lain sebagainya.

“Kemarin asumsinya daerah juga harus mencadangkan tambahan (surat suara) sebanyak 10 persen dari jumlah pemilih. Kalau TPS dipecah maka cadangan yang disiapkan nggak akan cukup,” terang legislator yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Menurut Untari, praktis, penambahan TPS tersebut hanya akan menambah beban anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah. “Kalau harus menambah anggaran, tidak memungkinkan karena dalam situasi pandemi ini, banyak anggaran yang telah di-refocusing untuk menangani covid,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, bahwa dalam situasi seperti ini, pendapatan dipastikan turun karena sektor-sektor ekonomi yang menjadi sumber pendapatan daerah maupun pusat semuanya terjun bebas. “Sehingga jika dana yang sudah dicadangkan tidak cukup kan harus menganggarkan tambahan kembali. Untuk menambah itu saya tidak optimis karena yang dipakai nambah tidak ada,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...
KRONIK

DPD PDI Perjuangan Jatim akan Tutup Musancab dengan Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengisi rangkaian peringatan “Bulan Bung Karno” dengan aksi penanaman ...
SEMENTARA ITU...

Dari Istana Gebang hingga Makam Bung Karno, Pelajaran yang Tak Ditemukan di Buku

Puluhan siswa SD Bangle 02 Blitar mengikuti outing class sejarah ke Istana Gebang, Perpustakaan Bung Karno, dan ...
KABAR CABANG

Erma PDIP Tegaskan Pancasila Sebagai Penuntun Kebijakan dan Kontrol Pemerintahan

TULUNGAGUNG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti, menegaskan bahwa seluruh kader Partai ...
SEMENTARA ITU...

Saat Rombong Es Teh Bantuan Bupati Kediri Datang, Harapan Baru Mbah Mari Ikut Tiba

Mbah Mari, warga Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kediri, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah menerima ...