Sabtu
17 Oktober 2026 | 2 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Hanya Sembako, Banyuwangi Beri Paket Nutrisi Bumil dan Menyusui Terdampak Wabah Covid-19

pdip-jatim-bumil-data-banyuwangi

BANYUWANGI – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi terus melakukan upaya untuk menangani dampak dari pandemi virus Corona atau Covid-19. Jaring pengaman sosial untuk warga pun diberikan kepada para ibu hamil (bumil) dan menyusui.

Ketua Gugus Tugas sekaligus Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan paket nutrisi tersebut adalah satu dari delapan skema jaring pengaman sosial untuk warga, mulai dari paket sembako keluarga miskin, bantuan penyandang disabilitas, bantuan pekerja seni dan pelaku pariwisata, hingga insentif untuk santri dan mahasiswa.

”Selama ini, program bantuan hanya difokuskan dalam bentuk sembako. Padahal, kebutuhan warga tidak hanya sembako. Ada pula yang memerlukan paket nutrisi, seperti bagi ibu hamil dan menyusui,” ungkap Anas, Rabu (28/4/2020).

Oleh karena itu, Anas membuat program khusus dalam rangka penanganan Covid-19 dengan meluncurkan paket nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui.

”Jangan sampai karena ekonomi keluarga menurun, nutrisi bagi janin dan bayi telantar. Mereka adalah generasi masa depan yang harus dipastikan nutrisinya,” imbuh Anas.

Paket Nutrisi Bumil dan Menyusui tersebut menyasar kepada 5.425 ibu hamil dan menyusui se-Banyuwangi.

”Kami bagi rata se-Banyuwangi. Kapan hari ada yang mengeluh tidak bisa beli susu padahal istrinya sedang hamil dan butuh asupan yang baik, semoga dengan program ini bisa membantu. Kami menganggarkan lebih dari Rp 1,6 miliar untuk memberi nutrisi ke 5.425 ibu hamil dan menyusui selama dua bulan ke depan, yaitu Mei dan Juni. Kami akan lihat perkembangan pandemi nantinya untuk meneruskan program ini,” imbuh Anas.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi, Lukman Hakim menambahkan, paket nutrisi per ibu hamil dan menyusui dialokasikan Rp 150.000 per bulan. Sehingga tiap ibu hamil dan menyusui menerima Rp 300.000 dalam bentuk paket nutrisi untuk kebutuhan dua bulan.

”Paket nutrisi ini terutama susu di dalamnya. Rekomendasinya dari puskesmas dan Dinas Kesehatan, karena kebutuhan tiap ibu hamil dan menyusui kan berbeda,” ujarnya.

Saat ini, sambung Lukman, proses pendataan sudah rampung di sistem Smart Kampung, sistem yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi untuk digitalisasi pelayanan publik hingga ke tingkat desa.

”Data sudah lengkap per desa per kecamatan, sudah by name by address. Kami akan realisasikan pertengahan Mei. Distribusi paket nutrisi melalui kecamatan yang kemudian dikoordinasikan ke desa, kelurahan dan dibantu puskesmas,” ujarnya. (tribunnews)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...