Selasa
27 Oktober 2026 | 5 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Surabaya: Imlek Momentum Perkuat Semangat Keindonesiaan

pdip-jatim-adi-sutarwijono-utami

SURABAYA – Sabtu 25 Januari 2020 hari ini, masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2571. PDI Perjuangan Kota Surabaya mengharapkan Tahun Baru Imlek kali ini jadi momentum untuk memperkuat semangat keindonesiaan dalam balutan kebhinnekaan yang kental.

“Selamat Tahun Baru Imlek. Gong xi fat cai. Semoga kesehatan, umur panjang, dan kemakmuran selalu menyertai perjalanan kita di Tahun Tikus Logam ini, dan pada masa-masa mendatang,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono.

PDIP Surabaya menyemarakkan Tahun Baru Imlek dengan memasang ucapan selamat melalui berbagai medium, mulai baliho hingga media sosial.

“Seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya dan semua kader serta simpatisan juga kami ajak untuk memberi ucapan selamat tahun baru Imlek kepada masyarakat Tionghoa yang merayakannya,” ujar Ketua DPRD Kota Surabaya ini.

Bahkan, lanjut Awi, sapaan akrabnya, kader PDIP Surabaya bisa ikut membantu masyarakat Tionghoa dalam menyiapkan perayaan Imlek. Misalnya, ikut gotong royong membantu menyiapkan lampu-lampu lampion, menyemarakkan pertunjukan barongsai, membikin kue keranjang, pohon Mei Hua, hiasan gantung, dan berbagai pernak-pernik Imlek lainnya.

Gotong royong para kader PDIP itu, sebut Awi, merupakan salah satu wujud konkret komitmen partai berlambang banteng tersebut untuk membangun jembatan persaudaraan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa melihat latar belakang agama, etnis, maupun suku.

“PDI Perjuangan didesain menjadi rumah kebangsaan yang ramah bagi semua,” jelas dia.

Mantan wartawan ini menambahkan, Presiden pertama RI Soekarno sejak awal telah membangun Indonesia sebagai rumah bersama tanpa melihat latar belakang SARA.

Di era Bung Karno, pada tahun 1946/1947, tiga hari besar masyarakat Tionghoa, termasuk Imlek, dijadikan hari libur resmi. Namun, pada era Orde Baru, seluruh ekspresi kebudayaan masyarakat Tionghoa dilarang.

Kemudian pada 17 Januari 2000, Gus Dur mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Inpres No 14/1967 yang dibuat Soeharto tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat China. Sehingga masyarakat Tionghoa kembali dapat merayakan Imlek di ruang publik.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, lanjut Adi, sebagai presiden ke-5 RI menyempurnakan keputusan Gus Dur dengan menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional pada 2003.

“Pesan Bu Mega, mari jadikan Indonesia sebagai tamansari kehidupan kebangsaan yang indah. Maka mari bangun jembatan persaudaraan dengan semuanya,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...
KABAR CABANG

Widarto: Mitigasi Bencana Lebih Penting daripada Besarnya Anggaran

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai ...