Selasa
11 Agustus 2026 | 11 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDIP Surabaya Sesalkan Tindakan Satpol PP Tertibkan PKL Genteng Sidomukti

pdip-jatim-syaifuddin

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya menyoroti tindakan petugas Satpol PP yang kurang koordinasi saat menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Genteng Sidomukti, Selasa (24/12/2019).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, seharusnya dalam menjalankan roda pemerintahan daerah, koordinasi dilakukan dengan baik. Apalagi untuk masalah yang sangat krusial terkait dengan nasib PKL.

“Ini urusan perut rakyat kecil, jadi harus benar-benar berjalan dengan baik,” kata Syaifuddin Zuhri, Kamis (26/12/2019).

Pihaknya menyesalkan sikap Satpol PP yang tidak menghormati langkah anggota DPRD Kota Surabaya Anas Karno untuk membantu mencarikan solusi buat PKL Genteng Sidomukti pada saat penertiban berlangsung.

“Satpol PP semestinya ikut carikan solusi buat PKL, bukan malah mengintimidasi dengan merampas dagangan,” ujar Cak Ipuk, sapaan akrabnya.

Menurutnya, sikap yang diambil anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya Anas Karno hingga nyaris bentrok dengan Satpol PP adalah bentuk pertanggungjawaban yang bersangkutan sebagai wakil rakyat dalam menjalankan fungsi kontrol.

“Kami sangat menyesalkan, padahal Bu Risma (Wali Kota Surabaya) itu pemimpin yang memegang komitmen dan selalu welas asih kepada wong cilik. La ini kok Satpol PP sebagai bawahannya Bu Risma bersikap sewenang-wenang,” katanya.

Sebelumnya, insiden nyaris bentrok antara Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anas Karno dengan anggota Satpol PP terjadi saat razia PKL di samping Gedung Siola, Selasa (24/12/2019).

Saat itu, Anas Karno menerangkan bahwa sesuai dengan hasil rapat di Komisi B yang melibatkan PKL dan Satpol PP pada bulan November lalu disepakati bahwa PKL boleh berjualan kembali jika proyek pavingisasi Jalan Genteng Sidomukti telah selesai.

Adapun syaratnya, PKL berjualan dengan menggunakan sarana tidak boleh permanen atau memakai gerobak, dan tidak mengganggu jalan, khususnya bagi mobil pemadam kebakaran.

Setelah pavingisasi selesai, sesuai dengan komitmen dalam rapat, para PKL pun kembali berjualan. Akan tetapi, malah dirazia Satpol PP.

Mendengar kisruh itu, Anas Karno meluncur ke lokasi setelah menelepon Satpol PP untuk menunggu koordinasi jika akan melakukan penertiban.

Anas Karno juga melihat para PKL telah mematuhi segala persyaratan untuk kembali berjualan, yaitu memakai gerobak alias tidak permanen.

Selain itu, para PKL tidak menganggu pejalan kaki dan siap menjaga kebersihan. Namun, Satpol PP bersikeras melarang PKL berjualan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Bidik Talenta Muda Menuju Timnas dan Level Internasional

Soekarno Cup 2026 menjadi panggung talenta muda dari 16 provinsi yang diproyeksikan menjadi cikal bakal pemain ...