Sabtu
31 Oktober 2026 | 3 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pendopo Banyuwangi Bikin Risma Nyaman dan Kerasan

pdip-jatim-risma-pendopo-banyuwangi1

BANYUWANGI – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi Kabupaten Banyuwangi, Rabu (28/11/2019). Dalam kunjungannya, Risma sempat singgah dan santai sejenak di Pendopo Shaba Swagata Blambangan yang menjadi salah satu destinasi wisata di Banyuwangi.

“Monggo Bu Risma, selamat datang. Ini pendopo Kabupaten Banyuwangi,” ucap Ipuk Fiestiandani, istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Keduanya pun tampak berbincang akrab penuh canda mengelilingi pendopo yang penataannya dirancang arsitek Adi Purnomo tersebut. Iringan angklung menambah keakraban pagi itu.

Sejak direvitalisasi dengan konsep hijau, pendopo berusia hampir 250 tahun itu telah berulang kali direview majalah arsitektur nasional dan internasional. Kunjungan wisatawan ke sana pun ramai saban akhir pekan.

Di dalam pendopo, ada gundukan tanah menyerupai bunker dengan rerumputan yang hijau, sehingga banyak yang menyebutnya sebagai Bukit Teletubbies.

“Ini sangat bagus sekali, bikin saya kerasan. Kalau kantor saya seperti ini, susah kerja kayaknya. Pengin pingin nyiram-nyiram tanaman terus,” canda Risma.

Risma dan Dani, sapaan akrab Ipuk Fiestiandani, lalu melihat rumah khas Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi, yang terletak di halaman belakang pendopo.

Wali kota yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini tampak mencermati detil rumah Suku Osing yang fondasinya berupa susunan rangka empat tiang kayu. Rumah itu disusun tanpa satu pun paku, tetapi menggunakan pasak pipih.

Dia pun memuji beberapa tanaman yang ada di sini. Menurutnya, tanaman di lingkungan pendopo sudah cukup.

“Saya benar-benar nyaman di sini. Sebenarnya saya sering dikasih cerita tentang pendopo Banyuwangi, tapi baru kali ini bisa membuktikannya. Insya Allah saya pasti akan kembali ke sini,” ujarnya.

Seusai berkeliling pendopo, Risma berkesempatan membasuh muka dan merasakan kesegaran air sumur Sri Tanjung yang terletak di belakang pendopo. Sumur berusia ratusan tahun itu menjadi asal-muasal nama Banyuwangi.

Sementara itu, Dani senang bisa dikunjungi Risma. “Beliau banyak tahu tentang pengelolaan ruang terbuka hijau, tentang taman, saya tadi sempat tanya ada saran apa untuk Banyuwangi. Menurut Bu Risma, Banyuwangi sudah bagus, ini membuat kami bangga,” ungkapnya.

Di sela kunjungannya, Risma sempat mencicipi kuliner tradisional khas Banyuwangi. Sejumlah oleh-oleh makanan khas Banyuwangi juga diberikan kepada Risma, seperti bagiak, pia, klemben, sale pisang, dan ladrang. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...
KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...
KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...
KRONIK

Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak berbagai elemen masyarakat ikut melestarikan budaya lokal ...