Jumat
21 Agustus 2026 | 4 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Dukung Gagasan Pilkada Asimetris

pdip-jatim-hasto-bimtek-semarang2

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai pemerintah bisa saja melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara asimetris sebagai bagian dari hasil evaluasi sistem pemilihan langsung.

Hal tersebut disampaikan Hasto menanggapi rencana Mendagri Tito Karnavian mengevaluasi pelaksanaan pilkada langsung.

Tito mengatakan, salah satu pilihan sistem pilkada adalah dengan penerapan secara asimetris. Asimetris dalam artian negara bakal menerapkan dua sistem pemilihan yang berbeda tergantung daerah.

Baca juga: Anggota Fraksi PDIP Diingatkan Tak Ciptakan Perda Penghambat Investasi

Di daerah yang berdasarkan skornya memiliki tingkat kedewasaan berdemokrasi tinggi, maka pilkada langsung bisa dilaksanakan.

Sementara, di tempat yang tingkat demokrasinya rendah dan pilkada yang memiliki potensi konflik tinggi, bisa melalui DPRD.

“Daerah-daerah yang potensi konfliknya besar, maka di daerah tersebut dengan hikmat kebijaksanaan, kita galakkan pemilu asimetris,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya kepada media, Selasa (19/11/2019).

Hasto menambahkan, PDIP mendukung wacana yang dilontarkan Mendagri dalam mengevaluasi pilkada. Sebab, kata Hasto, dari berbagai masukan dan pengalaman, pilkada langsung juga bisa memecah belah masyarakat.

Selain itu, Hasto menyoroti kecenderungan pilkada langsung yang berbiaya tinggi. Karenanya, pilkada langsung menghadirkan para pemodal politik tertentu untuk membiayai pertarungan antarcalon.

Dampaknya, ketika pemenang pilkada menjabat, eksploitasi sumber daya alam daerah terjadi demi membayar kembali biaya pilkada yang diberikan pemodal tersebut.

Hasto menyebut, hal itu justru berseberangan dengan esensi pilkada dan demokrasi yang seharusnya adalah oleh dan untuk rakyat.

“Oleh karena itu karena kepentingan investor politik sehingga di daerah dilakukan berbagai eksploitasi alam luar biasa. Mengeruk kekayaan alam kita luar biasa karena Pilkada dengan biaya politik mahal,” ujarnya.  

Selama ini, PDI Perjuangan menyiasati kondisi itu dengan semaksimal mungkin mendorong perwujudan semangat gotong royong di antara kadernya sendiri. Sehingga modal untuk maju di Pilkada dipikul bersama oleh kader partai. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Ipuk Puji Hilirisasi Kerajinan Bambu Desa Gintangan yang Mampu Perkuat Ekonomi dari Bawah

BANYUWANGI – Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, dikenal sebagai desa pengrajin anyaman bambu. Untuk ...
LEGISLATIF

Yudi Perjuangkan Aspirasi Warga Tanggung Direalisasikan melalui APBD 2027

BLITAR – Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar Yudi Meira memastikan aspirasi warga Kelurahan Tanggung, Kecamatan ...
OLAHRAGA

Semifinal Soekarno Cup 2026 Hari Ini, Wasit Liga 1 dan VAR Pastikan Laga Berjalan Profesional

SURABAYA – Semifinal Soekarno Cup 2026 digelar hari ini di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, dengan standar ...
SEMENTARA ITU...

Forkopimda Patroli Bersama, Syaifuddin Ajak Arek-arek Suroboyo Jaga Kota Tetap Kondusif

SURABAYA – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya kembali turun bersama melakukan ...
EKSEKUTIF

OJK Apresiasi Sangu Sampah Mas Ipin, Gabungkan Edukasi Lingkungan dan Menabung

OJK mengapresiasi program Sangu Sampah Mas Ipin di Trenggalek yang menggabungkan edukasi lingkungan, pengelolaan ...
HEADLINE

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan VAR

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 meningkatkan standar penyelenggaraan pertandingan dengan menggunakan wasit Liga 1 ...