Sabtu
31 Oktober 2026 | 10 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Dukung Gagasan Pilkada Asimetris

pdip-jatim-hasto-bimtek-semarang2

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai pemerintah bisa saja melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara asimetris sebagai bagian dari hasil evaluasi sistem pemilihan langsung.

Hal tersebut disampaikan Hasto menanggapi rencana Mendagri Tito Karnavian mengevaluasi pelaksanaan pilkada langsung.

Tito mengatakan, salah satu pilihan sistem pilkada adalah dengan penerapan secara asimetris. Asimetris dalam artian negara bakal menerapkan dua sistem pemilihan yang berbeda tergantung daerah.

Baca juga: Anggota Fraksi PDIP Diingatkan Tak Ciptakan Perda Penghambat Investasi

Di daerah yang berdasarkan skornya memiliki tingkat kedewasaan berdemokrasi tinggi, maka pilkada langsung bisa dilaksanakan.

Sementara, di tempat yang tingkat demokrasinya rendah dan pilkada yang memiliki potensi konflik tinggi, bisa melalui DPRD.

“Daerah-daerah yang potensi konfliknya besar, maka di daerah tersebut dengan hikmat kebijaksanaan, kita galakkan pemilu asimetris,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya kepada media, Selasa (19/11/2019).

Hasto menambahkan, PDIP mendukung wacana yang dilontarkan Mendagri dalam mengevaluasi pilkada. Sebab, kata Hasto, dari berbagai masukan dan pengalaman, pilkada langsung juga bisa memecah belah masyarakat.

Selain itu, Hasto menyoroti kecenderungan pilkada langsung yang berbiaya tinggi. Karenanya, pilkada langsung menghadirkan para pemodal politik tertentu untuk membiayai pertarungan antarcalon.

Dampaknya, ketika pemenang pilkada menjabat, eksploitasi sumber daya alam daerah terjadi demi membayar kembali biaya pilkada yang diberikan pemodal tersebut.

Hasto menyebut, hal itu justru berseberangan dengan esensi pilkada dan demokrasi yang seharusnya adalah oleh dan untuk rakyat.

“Oleh karena itu karena kepentingan investor politik sehingga di daerah dilakukan berbagai eksploitasi alam luar biasa. Mengeruk kekayaan alam kita luar biasa karena Pilkada dengan biaya politik mahal,” ujarnya.  

Selama ini, PDI Perjuangan menyiasati kondisi itu dengan semaksimal mungkin mendorong perwujudan semangat gotong royong di antara kadernya sendiri. Sehingga modal untuk maju di Pilkada dipikul bersama oleh kader partai. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Buleks Apresiasi Prestasi Bank Suroboyo, Minta Kinerja Lima Tahun Berturut-turut Dipertahankan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, mengapresiasi capaian BPR Surya Artha Utama (BPR SAU) atau ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Kembangkan Taman Hutan Kota Jeruk, Warga Desil 1 hingga 3 Diprioritaskan Kelola Usaha

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan ...
LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...
KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...