Minggu
17 Mei 2026 | 6 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tradisi Endog-endogan, Cara Warga Banyuwangi Sambut Maulid Nabi

pdip-jatim-endog-endogan-banyuwangi1

BANYUWANGI – Setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, warga Banyuwangi menggelar tradisi Endog-endogan. Mereka mengarak ribuan telur yang ditancapkan di batang pohon pisang sebagai simbol nilai-nilai Islam yang harus dimiliki setiap umat Islam.

Tradisi endog-endogan ini sangat popular di Banyuwangi. Hampir di setiap kampung di Banyuwangi, warga menyambut Maulid Nabi (Kelahiran Nabi Muhammad SAW) secara sukacita dengan mengarak ribuan telur mengelilingi kampungnya.

Ribuan telur yang dihias beraneka warna tersebut lalu ditancapkan dalam sebuah batang pisang (jodang). Satu jodang biasanya terdapat 50 telur yang masing-masing telah ditempatkan sebuah wadah kecil yang menarik.

Saat mengarak telur, warga akan melantunkan sholawat sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Tua muda, mereka berjalan keliling kampung mengumandangkan sholawat.

Tradisi yang telah lekat itu pulalah yang mengilhami pemkab Banyuwangi menggelar Festival Endog-endogan dan dimasukkan dalam agenda Banyuwangi Festival. Seperti tahun ini yang digelar pada Sabtu (9/11/2019) pagi.

Mengenakan pakaian serba putih, ribuan warga mengarak jodong telur, datang dari lima penjuru yang melambangkan jumlah sholat wajib umat muslim. Sholawat Nabi terus dikumandangkan mengiringi arak-arakan telur tersebut.

Arak arakan tersebut bertemu tepat di depan Masjid Agung Baiturrahman, Banyuwangi. Lokasi ini merupakan lokasi baru setelah pada tahun tahun sebelumnya Festival Endhog-endhogan selalu berpusat di depan Kantor Pemkab Banyuwangi.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wabup Yusuf Widyatmoko, dan jajaran forpimda lainnya.

Bupati Anas mengatakan tradisi Endog-endogan merupakan salah satu cara masyarakat Banyuwangi memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bila biasanya digelar di jalanan kota, tahun ini dipusatkan di Masjid Agung Baiturrahman.

“Tahun ini kami pusatkan di masjid besar karena sebagai simbol persatuan ulama dan umaro (pemimpin). Kami ingin Banyuwangi kedepannya terus menjadi daerah yang maju sekaligus terjaga kesholihan sosialnya dengan tuntunan dari para ulama daerah,” kata Anas.

“Tidak hanya digelar meriah yang berpusat di Masjid Agung, tapi juga dilaksanakan serentak di setiap masjid di 25 kecamatan se-Banyuwangi,” imbuhnya.

Ada filosofi yang terkandung dalam tradisi endog-endogan ini. Telur sebagai simbol terdiri dari tiga lapis, yakni kulit, putih telur dan kuning telur. Kulit telur diibaratkan sebagai lambang keislaman sebagai identitas seorang muslim.

Putih telur, melambangkan keimanan, yang berarti seorang yang beragama Islam harus memiliki keimanan yakni mempercayai dan melaksanakan perintah Allah SWT. Lalu kuning telur melambangkan keihsanan, memasrahkan diri dan ikhlas dengan semua ketentuan Allah SWT.

“Islam, Iman dan Ihsan adalah harmonisasi risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang jika ditancapkan pada diri manusia akan menghasilkan manusia yang mencerminkan akhlak Rasulullah. Inilah makna Festival endhog-endhogan agar kita selalu ingat dan menjalankan tuntunan nabi,” terang Anas.

Ditambahkan dia, festival endhog-endhogan merupakan sebuah syiar Islam yang sarat dengan nilai dan kearifan lokal. Dalam tradisi terkandung pula semangat gotong royong dan saling tolong antar sesama.

“Kegiatan ini juga untuk mempererat silaturahmi. Kami dan warga berkumpul, lalu makan bareng memakai ancak (nampan dari daun pisang-red). Ini adalah nilai-nilai kebersamaan yang perlu kita jaga dengan baik,” ujar Anas.

Dalam peringatan tersebut, juga diisi tausiah agama dari KH Ali Makki, Ketua PC NU Banyuwangi. Di akhir acara, Festival endhog-endhogan diakhiri dengan memakan nasi ancak bersama-sama. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Bandara Dhoho Jadi Venue Kediri Half Marathon 2026, Pemkab Dorong Sport Tourism dan Pariwisata

Bandara Dhoho menjadi venue Kediri Half Marathon 2026 yang diikuti 5.000 peserta dan didorong jadi ajang sport ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Madiun Target Kembalikan Suara Hilang untuk Dongkrak Kursi DPRD di 2029

PDIP Kota Madiun menargetkan merebut kembali suara hilang demi menaikkan kursi DPRD dari empat menjadi enam pada ...
KABAR CABANG

Anak-anak Muda di Kepengurusan PAC Se-Pasuruan Raya

KABUPATEN PASURUAN – Pelantikan ratusan pengurus PAC se-Pasuruan Raya, meliputi Kabupaten dan Kota Pasuruan di ...
KABAR CABANG

Puluhan Warga dan Kader Berbaur Ikuti Senam Kursi di Halaman Kantor DPC Sidoarjo

SIDOARJO – Seratusan warga, didominasi perempuan, melaksanakan senam bersama di pelataran kantor DPC PDI Perjuangan ...
KRONIK

Kanang Ajak Kader PDIP Kota Madiun Pegang Teguh Semangat ‘Jas Merah’

Kanang mengajak kader PDIP Kota Madiun terus memegang semangat Jas Merah saat pelantikan PAC se-Kota Madiun. MADIUN ...
HEADLINE

PAC se-Pasuruan Raya Dilantik di Lereng Arjuno-Welirang, “Suguhannya” Umbi-umbian dan Tari Warak Sena

KABUPATEN PASURUAN – Ratusan pengurus PAC se-Pasuruan Raya meliputi Kabupaten dan Kota Pasuruan, menjalani prosesi ...