Rabu
12 Agustus 2026 | 6 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Seknas Fokus Garap Komunitas Binaan

Sasa-Seknas Jokowi Surabaya

Sasa-Seknas Jokowi SurabayaSURABAYA – Kurang 2 minggu jelang hari pemungutan suara pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli mendatang, Seknas Jokowi Surabaya mematangkan langkah sosialisasi dan pengamanan suara pasangan capres nomor 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Dijumpai Infokomnews saat rapat konsolidasi jaringan di sekretariatnya Jalan Ngagel Madya VI No 2 Surabaya, Selasa (24/6/2014) malam, Koordinator Seknas Jokowi Surabaya Diana Sasa menjelaskan beberapa langkah strategis yang dilakukan pihaknya.

“Dua hari lalu kami mendistribusikan alat peraga kepada semua jaringan komunitas binaan. Minggu lalu sudah sebagian terdistribusi. Ini datang lagi dari donatur relawan. Alhamdulillah meski terbatas, namun spanduk, pin, dan sticker bisa terbagi rata ke relawan. Kami targetkan spanduk dalam dua hari ini sudah terpasang di warung-warung dan gang masuk kampung. Sticker dan pin kami gunakan untuk souvenir saat berkunjung dari rumah ke rumah menjaring pemilih,” jelas Sasa.

Seknas Jokowi Surabaya, kata Sasa, fokus menggarap sosialisasi pada pemilih di komunitas binaan yang memang sudah lama menjadi dampingan para aktivis relawan Seknas. “Ada enam komunitas yang kami garap serius, yaitu nelayan Kenjeran, buruh beberapa sektor, korban 65, musisi Surabaya, veteran, dan komunitas waria,” terang dia.

Selain sosialisasi, Seknas Jokowi Surabaya juga merekrut relawan saksi yang akan menjadi saksi pendamping di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Satu TPS di daerah binaan kami usahakan minimal ada satu saksi relawan. Semua terdaftar resmi melalui server yang sudah disediakan tim relawan Jokowi-JK di pusat. Jika dibutuhkan oleh tim pemenangan, relawan saksi ini bersedia pula menjadi saksi utama,” imbuh Sasa.

Ke depan, Seknas Jokowi Surabaya juga akan melakukan gerakan menghadang praktik money politic. Sejak seminggu sebelum pemungutan suara, jaringan relawannya tegas akan melakukan pengamanan wilayah untuk mencegah calon lain masuk menggunakan politik uang.

“Bukan menuduh, tapi kami mengantisipasi. Praktik-praktik yang mengotori demokrasi seperti itu harus kita lawan,” tambah Sasa.

“Kita ingin pesta demokrasi ini berjalan sesuai visi Jokowi -JK yaitu revolusi mental. Memilih pemimpin dengan hati nurani, bukan uang,” pungkasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Amithya Dorong Angkot Malang Jadi Feeder Resmi Trans Jatim

Ketua DPRD Kota Malang Amithya mendorong Pemkot melibatkan angkot eksisting sebagai feeder resmi Trans Jatim agar ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Sodorkan Lima Langkah Konkret Cegah dan Atasi PHK

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim menyodorkan lima langkah konkret untuk mencegah dan mengatasi PHK, termasuk sistem ...
KRONIK

Banteng DKI Jakarta Vs Jateng Skor 1:0, Talenta Muda Bermunculan

GRESIK – Banteng DKI Jakarta berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Banteng Jateng FC dalam lanjutan kompetisi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Bullying Tak Boleh Dibiarkan, Masa Depan Kediri di Tangan Anak Muda

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bullying dan pergaulan bebas harus dicegah di kalangan pelajar. ...
KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...