Kamis
08 Oktober 2026 | 4 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Seknas Fokus Garap Komunitas Binaan

Sasa-Seknas Jokowi Surabaya

Sasa-Seknas Jokowi SurabayaSURABAYA – Kurang 2 minggu jelang hari pemungutan suara pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli mendatang, Seknas Jokowi Surabaya mematangkan langkah sosialisasi dan pengamanan suara pasangan capres nomor 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Dijumpai Infokomnews saat rapat konsolidasi jaringan di sekretariatnya Jalan Ngagel Madya VI No 2 Surabaya, Selasa (24/6/2014) malam, Koordinator Seknas Jokowi Surabaya Diana Sasa menjelaskan beberapa langkah strategis yang dilakukan pihaknya.

“Dua hari lalu kami mendistribusikan alat peraga kepada semua jaringan komunitas binaan. Minggu lalu sudah sebagian terdistribusi. Ini datang lagi dari donatur relawan. Alhamdulillah meski terbatas, namun spanduk, pin, dan sticker bisa terbagi rata ke relawan. Kami targetkan spanduk dalam dua hari ini sudah terpasang di warung-warung dan gang masuk kampung. Sticker dan pin kami gunakan untuk souvenir saat berkunjung dari rumah ke rumah menjaring pemilih,” jelas Sasa.

Seknas Jokowi Surabaya, kata Sasa, fokus menggarap sosialisasi pada pemilih di komunitas binaan yang memang sudah lama menjadi dampingan para aktivis relawan Seknas. “Ada enam komunitas yang kami garap serius, yaitu nelayan Kenjeran, buruh beberapa sektor, korban 65, musisi Surabaya, veteran, dan komunitas waria,” terang dia.

Selain sosialisasi, Seknas Jokowi Surabaya juga merekrut relawan saksi yang akan menjadi saksi pendamping di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Satu TPS di daerah binaan kami usahakan minimal ada satu saksi relawan. Semua terdaftar resmi melalui server yang sudah disediakan tim relawan Jokowi-JK di pusat. Jika dibutuhkan oleh tim pemenangan, relawan saksi ini bersedia pula menjadi saksi utama,” imbuh Sasa.

Ke depan, Seknas Jokowi Surabaya juga akan melakukan gerakan menghadang praktik money politic. Sejak seminggu sebelum pemungutan suara, jaringan relawannya tegas akan melakukan pengamanan wilayah untuk mencegah calon lain masuk menggunakan politik uang.

“Bukan menuduh, tapi kami mengantisipasi. Praktik-praktik yang mengotori demokrasi seperti itu harus kita lawan,” tambah Sasa.

“Kita ingin pesta demokrasi ini berjalan sesuai visi Jokowi -JK yaitu revolusi mental. Memilih pemimpin dengan hati nurani, bukan uang,” pungkasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Peringatan HUT Ke-81 TNI di Lumajang, Agus Wicaksono Sampaikan TNI Kuat Bersama Rakyat

LUMAJANG – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara ...
LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...