Rabu
29 April 2026 | 3 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nahdliyin Ikut Menangkan Jokowi-Ma’ruf, PDIP Ucapkan Terima Kasih

pdip-jatim-hasto-said-aqil

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Luhur Al Tsaqafah di Jalan M Kahfi 1, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, (8/10/2019).

Hasto mengucapkan terima kasih atas kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) dalam memenangkan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin di Pilpres 2019.

“Kami mengucapkan terima kasih, atas kerja sama kaum Nahdliyin, dalam mendukung Pak Jokowi dan Pak Maruf Amin,” kata Hasto.

Menurutnya, kunjungan kali ini merupakan upaya untuk menjaga tali silaturahmi dengan para santri, khususnya kalangan Nahdliyin. Dia menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terbangun dengan baik antara kader PDIP dengan santri NU.

“Hari ini kami sowan ke Pondok Pesantren Al Tsaqafah. Sekaligus kami ingin mengucapkan terima kasih atas persaudaraan yang telah dibangun dengan baik,” ujar Hasto.

Hasto membeberkan betapa banyak kader PDIP berprestasi yang juga merupakan anggota NU. Mereka, menurut Hasto, potensi yang turut menguatkan PDIP dalam perjalanan membangun bangsa.

Ketua Umum PBNU yang sekaligus pengasuh Ponpes Luhur Al Tsaqafah, Said Aqil Siradj mengapresiasi silaturahmi PDI Perjuangan sebagai partai yang bersemangat nasionalis. Dia mengatakan, antara Nahdliyin dengan kaum nasionalis telah bersahabat sejak dulu.

Menurutnya, dahulu Presiden RI Pertama, Soekarno selalu meminta masukan dari para kiai NU. Salah satunya adalah KH Wahab Chasbullah yang ditemui Bung Karno pada 1948.

Menurut Said Aqil, saat itu, kondisi negara sedang terancam perpecahan. Dari keduanya, lahirlah istilah halal bihalal yang hingga saat ini masih dijalankan.

“Saat itu terminologi halal bihalal muncul dari Kiai Wahab untuk menjawab permintaan Bung Karno untuk adanya silaturahmi antartokoh,” tutur Said Aqil.

Dia menyebutkan, yang sangat penting adalah NU dan nasionalis sudah ada sejak NKRI berdiri. “Bahwa NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 sudah final. Maka lebih baik kita isi saja kemerdekaan ini dengan amal-amal Islam,” jelasnya.

Selain Hasto, silaturahmi antara PDIP dengan santri Pondok Pesantren Al Tsaqafah ini juga dihadiri Ketua Pencak Silat NU Pagar Nusa Gus Nabiel Haroen, Sekjen Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyrul Falah Amru yang hadir bersama Wasekjen Bamusi Rahmat Sahid. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Romy Soekarno Tekankan Soliditas Kader, Kunci Hadapi Tantangan Politik dan Rebut Hati Gen-Z

Romy Soekarno tekankan soliditas kader PDIP dan strategi digital untuk menjangkau Gen Z dalam menghadapi Pemilu ...
KRONIK

Cek Kesehatan Gratis Masyarakat, Bupati Lukman Tegaskan Prioritas Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas ...
KRONIK

Kemendagri Nobatkan Banyuwangi sebagai Peringkat Terbaik Kabupaten Berkinerja Tinggi se-Indonesia

BANYUWANGI – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan Banyuwangi sebagai peringkat pertama alias terbaik ...
KRONIK

Tinggal Tunggu SK Gubernur, Syaifuddin Zuhri Siap Jabat Ketua DPRD Surabaya

SURABAYA – Syaifuddin Zuhri dipastikan akan segera menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya. Hal tersebut ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Gelar Sosialisasi Literasi Digital, Ajak Perempuan Kembangkan Diri

TULUNGAGUNG – Memperingati Hari Kartini 2026, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar sosialisasi ...
LEGISLATIF

Driver Online Desak Perda Aplikator, DPRD Jatim Siap Tindak Lanjuti Aspirasi Dobrak

Driver online di Jatim desak perda aplikator, DPRD siap bahas regulasi untuk lindungi kesejahteraan driver. ...