
JAKARTA – Sebagai relawan pendukung Presiden Joko Widodo, Projo menegaskan siap menerima apapun keputusan MPR mengenai waktu dan tanggal pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024.
“Mau tanggal 20 Oktober atau kapanpun, kami siap. Buat kami tidak masalah. Kami dan para relawan hanya sekedar mengusulkan kepada Presiden. Kami menghormati keputusan MPR. Presiden Jokowi kan sudah tegaskan tunduk pada konstitusi dan aturan ketata negaraan. Kami juga menghormati dan tunduk pada keputusan MPR mengenai tanggal pelantikan,” kata Ketua Umum Projo, Budi Arie, Sabtu (5/10/2019).
Menurut Budi, negara ini adalah negara hukum dan seluruh warga bangsa harus tunduk pada konstitusi. Pihaknyua juga mengimbau kepada pihak- pihak yang ingin menggagalkan pelantikan, harus siap menghadapi perlawanan dan kemarahan rakyat.
“Menggagalkan pelantikan pemimpin yang lahir dari proses demokrasi sama saja merampas suara rakyat dan menhancurkan demokrasi itu sendiri,” tegasnya.
Berdasarkan agenda resmi, pelantikan Presiden dilangsungkan pada Minggu 20 Oktober 2019. Hal itu pun harus dimaknai sebagai “Merayakan Mandat Rakyat”.
“Presiden Jokowi itu mandataris rakyat. Beliau dipilih langsung oleh rakyat. Kami yakin dengan energi dan tenaga rakyat. Kami yakin Rakyat bersama Jokowi karena Jokowi ada di hati rakyat,” ujar dia.
Baginya, soal tanggal tidak terlalu penting. “Kita ikut dan tunduk pada keputusan konstitusional. Jangankan tanggal 20 Oktober 2019. Besok pun jika diperintahkan kami siap,” katanya.
Sebelumnya, Budi juga menyampaikan, seluruh pendukung Presiden Jokowi dari berbagai unsur dan elemen akan menggelar acara menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024.
Menurutnya, persiapan dilakukan setelah sejumlah pemimpin kelompok pendukung atau relawan bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada Jumat sore (27/9/2019).
Budi Arie juga menyatakan, pelantikan bukan hanya persoalan Jokowi-Ma’ruf, melainkan lebih pada menghormati agenda kenegaraan hasil penyerahan mandat rakyat melalui Pemilu 2019. Oleh karena itu, jangan ada yang coba-coba mengganggu, apalagi membatalkannya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









