
SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi mengatakan, dalam Pilkada 2020 mendatang pihaknya menargetkan kemenangan sama dengan Pilkada 2015.
Dalam Pilkada 2015 yang juga berlangsung di 19 kabupaten/kota se-Jatim ini, PDI Perjuangan berhasil menang di 13 kabupaten/kota.
Kusnadi menyebutkan, di Pilkada 2020 DPP PDI Perjuangan memberi ‘PR” bagi PDIP Jatim harus menang di 10 kabupaten/kota. Menurutnya, kalau PDIP Jatim bisa mencapai target dari DPP, secara tanggung jawab normanya terpenuhi.
“Tapi kalau hanya mendapat sepuluh, bisa dikatakan kinerja kami menurun. Ya, paling tidak samalah dengan capaian pada Pilkada 2015,” kata Kusnadi, saat membuka fit and proper test bagi para bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah yang mendaftar melalui PDI Perjuangan, di aula kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari Industri 57 Surabaya, Rabu (18/9/2019).

Terkait fit and proper test kali ini, jelas Kusnadi, pihaknya akan mendalami beberapa hal kepada bakal calon kepala daerah. Seperti kesiapan calon dalam mengikuti kontestasi pilkada di wilayahnya.
“Ini bukan ujian akan tetapi kami mau mendalami kesiapan dan kesungguhan para calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah yang akan berangkat dari PDIP Perjuangan. Apakah mereka benar-benar sudah siap untuk apa yang namanya berkontestasi, berkompetisi dengan calon-calon yang lainnya,” ujarnya.
Fit and proper test di hari pertama ini diikuti kandidat dari beberapa kabupaten/kota. Di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Kota Pasuruan, Banyuwangi, Jember, Kabupaten Malang, Kabupaten dan Kota Blitar.
Dari 129 pendaftar se-Jatim, hari pertama dijadwalkan 61 bakal calon, dan yang lainnya dijadwalkan pada Kamis (19/9/2019). Karena ada yang berhalangan, fit and proper test hari pertama dihadiri 53 peserta.

Tahap selanjutnya, urai politisi yang juga Ketua DPRD Provinsi Jatim ini, hasil fit and proper test akan diserahkan ke DPP PDI Perjuangan. Di berkas hasil uji yang dikirim DPP, pihaknya akan melampirkan catatan terkait calon kandidat.
Nantinya, jelas Kusnadi, DPP akan mendalami lagi dan mengundang mereka lagi. DPP PDIP, tambah Kusnadi, punya kewenangan apakah semua yang akan dipanggil, ataukah hanya yang dinilai layak sebagai calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada 2020.
“Ini prosesnya bertingkat. Ada penjaringan, penyaringan tingkat satu kemudian proses penyaringan tingkat dua. Baru nanti sampai pada rekomendasi,” paparnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









