Minggu
01 November 2026 | 4 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tokoh NU di Jatim Marakkan Bursa Kandidat Kepala Daerah dari PDIP

pdip-jatim-dwi-astuti-daftar-cawawali-surabaya

SURABAYA – Kalangan Nahdliyin memarakkan bursa kandidat kepala daerah/wakil kepala daerah melalui PDI Perjuangan di pilkada yang akan digelar serentak di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur 2020 mendatang.

Sebut saja, pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, Dwi Astuti, yang mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Wali (Bacawawali) Kota Surabaya, Rabu (11/9/2019). Dwi Astuti mengambil formulir pendaftaran di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, di Jalan Kendangsari Industri, Surabaya.

Pada hari yang sama, Ketua PCNU Kabupaten Malang dr Umar Usman mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal Cabup Malang di kantor DPC PDIP setempat. Dokter Umar selama ini juga menjabat Direktur RSUD Kota Malang .

Selain dokter Umar, Ketua Lembaga Pendidikan Maarif (LPM) PCNU Kabupaten Malang Dr Hasan Abadi juga mendaftar sebagai bakal Cabup Malang melalui PDIP. Hasan Abadi merupakan Rektor Universitas Raden Rahmat (Unira) Kepanjen.

Sebelumnya, mantan Ketua PCNU Lamongan, Bi’in Abdussalam pada Sabtu (7/9/2019) lalu mendatangi Kantor DPC PDIP Lamongan untuk mengambil formulir Bacabup Lamongan guna kontestasi Pilkada 2020.

Terkait alasannya mendaftar sebagai bakal Cawali Surabaya, Dwi beralasan karena partai ini masih menjadi pemenang di Kota Pahlawan. Terbukti, kursi di periode 2019-2024 PDIP punya 15 kursi di DPRD Surabaya.

Dia optimistis mendapat rekomendasi dari PDIP untuk maju Cawali Kota Surabaya. Dia melihat partai yang dipimpin cucu Bung Karno ini mempunyai kultur yang dinamis.

Sedang dokter Umar mendaftar Cabup Malang karena ingin lebih menyatukan kalangan nasionalis dan religius.

“Saya pilih PDI Perjuangan karena ingin merukunkan nasionalis dan religius. PDI Perjuangan ini merupakan partai pemenang yang pertama membuka pendaftaran,” kata Umar.

Sementara, Rektor UNIRA Kepanjen Hasan Abadi menegaskan, pihaknya memilih PDIP karena memiliki visi yang sama dalam memperhatikan masyarakat kecil.

“Kami merasa satu visi dengan PDIP. Dimana sama-sama memperjuangkan wong cilik. Kami kader NU juga bagian dari grass root masyarakat wong cilik yang selama ini tidak pernah ada persoalan,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...