Sabtu
17 Oktober 2026 | 8 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ibukota Negara Segera Pindah, ABJ: Bung Karno Pasti Bangga

pdip-jatim-kawasan-inti-pusat-pemerintahan

JAKARTA – Relawan Presiden Jokowi mendukung langkah pemerintah yang bakal memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas menilai, langkah ini sebagai gebrakan positif.

“Pemindahan ini menjadi bukti bahwa Pak Jokowi seorang pemimpin yang visioner, pendobrak, mau keluar dari zona nyaman sekaligus cermin sikap sebagai negarawan,” kata Umbas dalam keterangan tertulis, Senin (26/8/2019).

Pemindahan ibukota ini, menurut Umbas, menunjukkan Jokowi berpikir tidak untuk kepentingan lima tahunan, melainkan jangka panjang. Dia meyakini generasi bangsa masa depan akan menuai manfaat pemindahan ibukota.

“Keberanian Pak Jokowi memindahkan ibukota juga menunjukkan komitmen beliau terhadap perubahan. Sebagaimana disampaikan Pak Jokowi, beban DKI Jakarta dan Pulau Jawa sudah begitu berat,” ujarnya. 

“Pak Jokowi juga menginginkan adanya pemerataan pembangunan nasional bersifat Indonesia sentris,” lanjut Umbas. 

Dia juga mengatakan, harus disadari bersama bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar. Indonesia baru saja merayakan HUT ke-74.

Tapi, sebut Umbas, kita belum pernah menentukan dan merencanakan ibu kota sendiri. Karenanya, pengumuman ibu kota baru di sebagian Kabupaten Penajam Passer Utara dan Kutai Kertanegara itu bisa dikatakan sebagai hadiah di momen kemerdekaan Indonesia.

“Andai Bung Karno masih hidup, beliau yang dulu menggagas ide ini pasti bangga. Saya pribadi mengucapkan selamat,” ucapnya. 

Umbas pun yakin, para wakil rakyat di Senayan yang mayoritas merupakan pendukung pemerintah dapat menyetujui dan mendukung penuh rencana pemindahan ibu kota.

“Dukungan dari DPR saat ini yang akan berakhir maupun yang nantinya dilantik pada awal Oktober 2019 tak perlu diragukan,” ujar dia. 

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan ibu kota baru berada di Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Keputusan ini dilakukan setelah pemerintah melakukan kajian intensif. Ada lima alasan kenapa wilayah Kalimantan Timur yang dipilih.

Pertama, risiko bencana minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor.

Kedua, lokasi tersebut dinilai strategis. Jika ditarik koordinat, lokasinya berada di tengah-tengah wilayah Indonesia.

Ketiga, lokasi itu berada dekat perkotaan yang sudah terlebih dahulu berkembang, yakni Kota Balikpapan dan Kota Samarinda.

Keempat, telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap. Kelima, hanya di lokasi tersebutlah terdapat lahan pemerintah, yakni seluas 180.000 hektar. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kanang Minta Kader PDIP yang Ingin Jadi Wabup Ponorogo Perkuat Konsolidasi Lintas Partai

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, meminta kader PDI Perjuangan yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...