Sabtu
17 Oktober 2026 | 10 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Minta Maaf, Risma Pastikan Tak Ada Pengusiran Mahasiswa Papua

pdip-jatim-risma-usai-dilantik

JAKARTA – Wali Kota Tri Rismaharini minta maaf atas peristiwa pengepungan asrama mahasiswa asal Papua di Surabaya oleh massa organisasi masyarakat (ormas).

Risma memastikan tidak ada niat mengusir para mahasiswa asal Papua dalam peristiwa tersebut.

“Kalau memang itu ada kesalahan di kami di Surabaya, saya mohon maaf. Tapi tidak benar kalau kami dengan sengaja mengusir. Enggak ada itu,” tegas Risma di Kantor DPP PDI Perjuangan, Senin (19/8/2019).

Baca juga: Sah, Risma Ketua DPP PDI Perjuangan

Risma menuturkan, warga Surabaya sangat terbuka menerima kehadiran para mahasiswa asal Papua. Dia pun menyampaikan, bahwa banyak stafnya di Pemerintah Kota Surabaya yang juga asli Papua.

Secara pribadi, wali kota yang hari ini dilantik sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan ini menganggap warga Papua sebagai saudara sendiri. Oleh sebab itu, dia memastikan bahwa tidak ada peristiwa pengusiran warga Papua dari Surabaya.

“Sekali lagi boleh dicek selama ini kami selalu di kegiatan apapun melibatkan mahasiwa Papua yang ada di Surabaya. Jadi enggak ada itu (pengusiran),” ujar Risma.

Risma pun berjanji akan menyambangi asrama mahasiswa asal Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, yang sempat dikepung massa ormas. “Oh iya boleh, nanti saya akan datang,” kata Risma kepada wartawan

Hingga hari ini, dirinya belum sempat mengunjungi asrama tersebut karena kesibukannya sebagai Wali Kota Surabaya pada peringatan HUT ke-74 RI.

“Kemudian mereka masih ada di polisi dan saya penuh acara, harus ada purna Paskibraka, dan saya harus mimpin upacara selama 17 Agustus itu penuh,” ujarnya.

Risma berjanji segera menyambangi asrama tersebut sepulangnya dari Jakarta. Kunjungan tersebut merupakan salah satu upaya dalam meredakan ketegangan.

Diberitakan sebelumnya, asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, diserbu massa dari ormas, Sabtu (17/8/2019) lalu. Mahasiswa Papua yang tinggal di asrama tersebut dituduh menghina bendera Merah Putih.

Massa ormas mengepung asrama mahasiswa Papua. Polisi lantas mengevakuasi 43 mahasiswa Papua ke Polrestabes Surabaya untuk diamankan dan diperiksa tentang tuduhan perusakan simbol bendera.

Peristiwa tersebut diyakini memicu unjuk rasa yang berujung pada kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin hari ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kanang Minta Kader PDIP yang Ingin Jadi Wabup Ponorogo Perkuat Konsolidasi Lintas Partai

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, meminta kader PDI Perjuangan yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...