Senin
26 Oktober 2026 | 8 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Doakan Bung Karno hingga Mbah Hasyim, PDIP Banyuwangi Gelar Tahlil Kebangsaan

pdip-jatim-halal-bihalal-banyuwangi

BANYUWANGI – Jajaran PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar halal bihalal dan tahlil kebangsaan di Ponpes Mabadiul Ihsan, Tegalsari, Banyuwangi, Selasa (11/6/2019) malam.

Acara dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Ketua DPRD yang juga ketua DPC PDIP Banyuwangi I Made Cahyana Negara, jajaran pengurus, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Made Cahyana Negara mengatakan, halal bihalal merupakan tradisi baik untuk menjaga tali silaturahim di antara kader partai dengan masyarakat. “Mari kita saling memaafkan dan ke depan terus bergotong royong meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat,” kata Made.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran partai atas kerja keras dan gotong royongnya sehingga PDI Perjuangan mampu mempertahankan kemenangan di Banyuwangi. Bahkan jumlah perolehan kursi DPRD setempat bertambah dari 10 kursi menjadi 12 kursi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, halal bihalal tidak hanya sebagai tradisi, namun memiliki makna historis yang penting untuk rekonsiliasi nasional.

“Halal bihalal juga bagian dari turunan dari karakter gotong royong yang melekat di bangsa kita,” jelas Anas.

Kader PDI Perjuangan ini kembali menyampaikan tentang munculnya istilah “halal bihalal” di Indonesia yang merupakan hasil dialog Presiden Soekarno dan salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Chasbullah.

Saat itu, di awal-awal kemerdekaan, situasi politik memanas. Sejumlah pemberontakan juga terjadi di beberapa daerah.

“Dalam kondisi demikian, Bung Karno lantas mengundang para ulama. Di antaranya adalah KH Wahab Chasbullah. Dari pertemuan itulah tercetus gagasan halal bihalal, karena dimaksudkan untuk menghalalkan dan menghapus dosa permusuhan di antara sesama anak bangsa ketika itu,” urai Anas.

Gagasan halal bi halal tersebut, benar-benar caspleng. Para tokoh nasional yang awalnya terlibat pertentangan politik bisa bertemu dalam nuansa yang damai pada saat halal bi halal Idulfitri 1948.

“Hingga saat ini, halal bihalal tetap relevan untuk menjadi media rekonsiliasi, termasuk masa-masa saat ini,” terang Anas.

Tidak sekadar halal bihalal, acara tersebut juga dirangkai dengan tahlil kebangsaan untuk mendoakan para tokoh bangsa, mulai Presiden Soekarno, KH. Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Taufiq Kiemas.

“Beliau-beliau adalah tokoh bangsa yang berjuang keras merajut keindonesiaan,” ujar Anas.

Dia menambahkan, acara tersebut sekaligus untuk memperingati haul mantan ketua MPR Taufik Kiemas yang wafat 8 Juni 2013 lalu.

“Pak Taufiq Kiemas berjasa dengan gagasannya untuk mendorong pemahaman terhadap 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dengan gagasan tersebut, Pak Taufik ingin menguraikan pentingnya menjaga NKRI dengan mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...
KABAR CABANG

Widarto: Mitigasi Bencana Lebih Penting daripada Besarnya Anggaran

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai ...
LEGISLATIF

Cegah Kendaraan Masuk Jurang, Diana Sasa Dorong Jalur Darurat Sarangan–Tawangmangu

Diana Sasa mendorong pembangunan jalur penyelamat darurat di Sarangan–Tawangmangu untuk mencegah kecelakaan fatal, ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Dorong UMKM dan Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat Tuban

TUBAN – Potensi sumber daya alam Kabupaten Tuban perlu digali melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah ...
KABAR CABANG

Armuji Ajak Anak Muda Surabaya Berani Kritik Pemerintah Tanpa Takut Intimidasi

SURABAYA – Anak muda Surabaya diminta tidak takut menyampaikan kritik terhadap kebijakan politik maupun ...
KRONIK

Erma Hadiri Syukuran Petik Padi, Serahkan Bantuan Kultivator pada Poktan Remaja Desa Bungur

TULUNGAGUNG – Anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menghadiri syukuran petik padi di Desa ...