Senin
10 Agustus 2026 | 10 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Referendum Aceh Mencuat, Legislator PDIP: NKRI Harga Mati dan Sudah Final!

pdip-jatim-arteria-dahlan

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan minta semua pihak mengedepankan kepentingan keutuhan negara Republik Indonesia sebagai komitmen bersama.

Pernyataan tersebut menanggapi munculnya suara referendum yang disampaikan mantan Ketua Dewan Partai Aceh Muzakir Manaf alias Mualem.

“Saya pikir kita harus pegang teguh komitmen bersama, yakni pegang teguh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Arteria kepada awak media, di Jakarta, Jumat (31/5/2019).

“NKRI itu harga mati dan sudah final dan wajib hukumnya persatuan dan kesatuan harus dipertahankan,” tambahnya.

Menurut anggota DPR RI dari dapil 6 Jatim ini, semua pihak, termasuk Aceh untuk tidak lupa soal perjanjian Helsinki itu sudah implemented.

Bahkan, sambung dia, pemerintahan Aceh dilaksanakan oleh partai lokal Aceh sebagai “the ruling party” yang terus berlanjut sejak MoU Helsinski sampai dengan saat ini.

“Jadi tidak ada alasan untuk referendum. Kan selama ini praktis yang menjalankan pemerintahan khususnya pada aspek yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat Aceh kan ada pada mereka. Bahkan Mualem kan pernah juga menjabat sebagai Gubernur selaku pemegang pemerintahan tertinggi Provinsi Nangroe Aceh Darussalam,” paparnya.

Mualem, kata dia, kan sudah diberikan kesempatan untuk melayani rakyat Aceh dan rakyat Aceh telah memberikan penilaian tersendiri. Sekalipun ada ruang untuk itu, harus dengan dasar dan alasan yang jelas.

“Saya ajak semua pihak untuk melawan lupa, spirit MoU Helsinsky kan untuk mewujudkan pemerintahan Aceh yang demokratis dan adil dalam bingkai NKRI, so apanya yang salah dari pemerintah pusat? Sejak MoU hingga saat ini telah lahir pemerintahan Aceh yang diurus oleh orang Aceh sendiri, bahkan partai Aceh duduk sebagai the ruling party untuk dua periode,” sebut dia.

“Saya memahami suasana kebatinan Mualem saat ini. Gak apa-apa, kita hormati pendapat Mualem, sebagai masukan agar kita semua (pemerintah pusat maupun Pemprov NAD) dapat bekerja lebih baik lagi dan dapat bekerja yang hasilnya dapat dirasakan oleh rakyat Aceh,” tambah Arteria.

“Jangan bermain di air keruh, sejujurnya kurang pas juga kalau yang minta referendum itu Mualem, karena walau bagaimananpun Mualem juga turut berkontribusi lho kalau dikatakan MoU gagal, sebab beliau kan sempat menjadi Gubernur satu periode,” pungkas anggota tim hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sumenep Gelar Rakorcab, Siap Gelar Musran-Musanran Serentak

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Sumenep menggelar rapat koordinasi cabang (Rakorcab) menjelang pelaksanaan Musyawarah ...
KRONIK

Usung Semangat “Satu Hati, Satu Arah”, Banteng Papua Raya Siap Memberi Kejutan

SURABAYA – Perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh tim Papua Raya demi berpartisipasi dalam Soekarno Cup 2026. Skuad ...
KRONIK

Persiapan Tiga Bulan, Banteng Istimewa Yogyakarta Siap Rebut Piala Soekarno Cup

SURABAYA – Tim Banteng Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) datang ke Surabaya sebagai kontingen perdana dengan rasa ...
OLAHRAGA

PSSI Jatim: Soekarno Cup Perbanyak Panggung Pemain Muda untuk Regenerasi Timnas

PSSI Jatim menilai Soekarno Cup 2026 memperbanyak panggung pemain U-17 dan membantu regenerasi Timnas Indonesia. ...
KRONIK

Tim Banteng Jatim FC Siap Ukir Sejarah Juara Berturut-turut di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Sebagai tuan rumah sekaligus juara bertahan, tim Jawa Timur (Jatim) memikul misi besar dalam perhelatan ...
OLAHRAGA

Jersey Soekarno Cup 2026, Ketika Identitas Daerah Menjelma di Lapangan

SURABAYA – Di lapangan sepak bola, jersey biasanya hanya dipandang sebagai seragam. Dipakai untuk membedakan satu ...