Rabu
26 Agustus 2026 | 1 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Maafkan Pemfitnah Dirinya, Adian: Jangan Pernah Kehilangan Nalar dan Nuranimu

pdip-jatim-adian-nappitupulu1

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu memaafkan dan mencabut laporannya terhadap kedua tersangka penyebar hoaks dan fitnah terhadap dirinya melalui media sosial, Kamis (30/5/2019) petang.

Anggota DPR RI ini mendatangi Bareskrim Mabes Polri terkait penangkapan dua orang tersangka. Dia secara langsung memaafkan dan mencabut laporannya terhadap kedua tersangka tersebut.

“Saya melihat kedua tersangka ini memang pelaku (penyebar berita bohong), tapi sekaligus juga korban. Karena mereka meneruskan berita hoaks dari sumber lain yang saat ini masih dikejar oleh kepolisian,” kata Adian saat di Bareskrim Mabes Polri.

Dirinya merasa tak tega untuk melanjutkan kasus terhadap kedua pelaku. Sebab kedua pelaku sudah berusia lanjut, dan salah satunya single parent.

Menurutnya, kepolisian sudah melakukan penindakan yang benar sesuai prosedur. Namun sebagai manusia, terlebih lagi saat ini sudah mendekati Lebaran, maka dirinya memaafkan keduanya.

“Mereka sudah menyatakan meminta maaf dan menyesali perbuatannya, maka saya juga harus bisa memaafkan. Saya minta agar keduanya bisa kembali ke keluarga masing-masing,” ujar juru debat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin tersebut.

Adian juga menasehati kedua pelaku agar dapat berbuat lebih baik di masa depan. Dia pun mengutip pesan dari ayahnya di hadapan kedua pelaku.

“Dalam hidup kau bisa kehilangan uang, rumah, kendaraan, kesempatan dan lain lain, tapi jangan pernah kehilangan nalar dan nuranimu,” tuturnya.

Sebelumnya, polisi pada hari Rabu, 29 Mei 2019 telah menangkap dua orang tersangka penyebaran berita bohong atas nama Jariyah dan Suryani Cahyatullah pada Rabu (29/5/2019). Keduanya menyebarkan konten berita bohong mengenai Adian Napitupulu melalui jejaring sosial Whatsapp.

Dalam pertemuan dengan Adian, baik Jariyah dan Suryani mengakui perbuatannya ke penyidik dan menyatakan menyesal serta meminta maaf kepada Adian selaku korban.

“Kasus ini merupakan pelajaran berharga untuk saya, saya menyesal dan saya minta agar polisi bisa tangkap pembuatnya supaya berita bohong ini berhenti,” ujar Jariyah.

Sementara Suryani selain menyatakan penyesalan dan permohonan maafnya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak gampang menerima informasi dan menyebarkannya sebelum memeriksa kebenaran isinya.

“Udah kapok, masyarakat jangan seperti saya, periksa dulu bener apa nggak beritanya, jangan gampang meneruskan, apalagi kalau isinya nggak benar,” katanya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Tulungagung Ajak Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Ngunut Ulangi Kejayaan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengajak pengurus Ranting dan Anak ...
KRONIK

Soekarno Cup 2026 Dinilai Sukses dan Profesional, Yuke: Lahirkan Talenta Muda Sepak Bola

SURABAYA – Perhelatan Soekarno Cup 2026 mendapat apresiasi dari Wakil Bendahara Bidang Program DPP PDI Perjuangan ...
OLAHRAGA

Sepuluh Tahun Mengejar Bola, Fazri Jadi Best Player dan Bawa Jabar Cetak Sejarah

SURABAYA – Mimpi itu sudah tumbuh ketika Muhammad Fazri Marsandi masih duduk di kelas 2 sekolah dasar. Saat ...
KRONIK

Juara Soekarno Cup 2026, Pelatih Banteng Jabar: Hasil Kerja Keras Tim, Pengurus, dan Manajemen

SURABAYA – Banteng Jawa Barat keluar sebagai juara Soekarno Cup 2026 setelah menundukkan Banteng Bali melalui drama ...
EKSEKUTIF

Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Mas Ipin Bebaskan Denda Pajak dan Diskon BPHT 50%

TRENGGALEK – Memeriahkan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Bupati Mochamad Nur Arifin memberikan sejumlah ...
LEGISLATIF

Warga Bojonegoro Desil 1-4 Dijamin Terima Bansos dan Beasiswa, Apa Itu?

BOJONEGORO – Natasha Devianti, Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, memanfaatkan Reses Masa ...