Minggu
18 Oktober 2026 | 12 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Maafkan Pemfitnah Dirinya, Adian: Jangan Pernah Kehilangan Nalar dan Nuranimu

pdip-jatim-adian-nappitupulu1

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu memaafkan dan mencabut laporannya terhadap kedua tersangka penyebar hoaks dan fitnah terhadap dirinya melalui media sosial, Kamis (30/5/2019) petang.

Anggota DPR RI ini mendatangi Bareskrim Mabes Polri terkait penangkapan dua orang tersangka. Dia secara langsung memaafkan dan mencabut laporannya terhadap kedua tersangka tersebut.

“Saya melihat kedua tersangka ini memang pelaku (penyebar berita bohong), tapi sekaligus juga korban. Karena mereka meneruskan berita hoaks dari sumber lain yang saat ini masih dikejar oleh kepolisian,” kata Adian saat di Bareskrim Mabes Polri.

Dirinya merasa tak tega untuk melanjutkan kasus terhadap kedua pelaku. Sebab kedua pelaku sudah berusia lanjut, dan salah satunya single parent.

Menurutnya, kepolisian sudah melakukan penindakan yang benar sesuai prosedur. Namun sebagai manusia, terlebih lagi saat ini sudah mendekati Lebaran, maka dirinya memaafkan keduanya.

“Mereka sudah menyatakan meminta maaf dan menyesali perbuatannya, maka saya juga harus bisa memaafkan. Saya minta agar keduanya bisa kembali ke keluarga masing-masing,” ujar juru debat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin tersebut.

Adian juga menasehati kedua pelaku agar dapat berbuat lebih baik di masa depan. Dia pun mengutip pesan dari ayahnya di hadapan kedua pelaku.

“Dalam hidup kau bisa kehilangan uang, rumah, kendaraan, kesempatan dan lain lain, tapi jangan pernah kehilangan nalar dan nuranimu,” tuturnya.

Sebelumnya, polisi pada hari Rabu, 29 Mei 2019 telah menangkap dua orang tersangka penyebaran berita bohong atas nama Jariyah dan Suryani Cahyatullah pada Rabu (29/5/2019). Keduanya menyebarkan konten berita bohong mengenai Adian Napitupulu melalui jejaring sosial Whatsapp.

Dalam pertemuan dengan Adian, baik Jariyah dan Suryani mengakui perbuatannya ke penyidik dan menyatakan menyesal serta meminta maaf kepada Adian selaku korban.

“Kasus ini merupakan pelajaran berharga untuk saya, saya menyesal dan saya minta agar polisi bisa tangkap pembuatnya supaya berita bohong ini berhenti,” ujar Jariyah.

Sementara Suryani selain menyatakan penyesalan dan permohonan maafnya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak gampang menerima informasi dan menyebarkannya sebelum memeriksa kebenaran isinya.

“Udah kapok, masyarakat jangan seperti saya, periksa dulu bener apa nggak beritanya, jangan gampang meneruskan, apalagi kalau isinya nggak benar,” katanya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Andreas Bidik Bursa Karbon Berbasis Komunitas Pertama di CMC Tiga Warna

MALANG – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo menargetkan kawasan ...
HEADLINE

Medsos Jadi Senjata, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Suarakan Kebenaran

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong kader Generasi Z (Gen Z) untuk menguasai dan memanfaatkan media ...
KRONIK

Masuk Sekolah Partai, Gen Z Jatim Ungkap Sisi Seru PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Tiga kader Generasi Z (Gen Z) membagikan pengalaman pertamanya terjun ke dunia politik saat mengikuti ...
LEGISLATIF

Warga Durenan Titip Aspirasi Irigasi dan Antisipasi Banjir kepada Deni Wicaksono

TRENGGALEK – Perbaikan irigasi, antisipasi banjir, dan peningkatan produktivitas panen menjadi aspirasi warga ...
KRONIK

DPP PDI Perjuangan Jadikan Video AI DPD Jatim Percontohan Nasional

SURABAYA – Inovasi pembelajaran politik berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) buatan DPD PDI ...
KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...