Kamis
16 April 2026 | 12 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dinilai Pro Reforma Agraria, Petani Bogor Dukung Jokowi-JK

jokowi - petani cilacap 2

jokowi - petani cilacap 2BOGOR – Pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terus mendapatkan dukungan dari perbagai lapisan masyarakat untuk bisa menduduki kursi Presiden RI. Kali ini, sokongan datang dari kaum petani yang tergabung dalam Gerakan Desa Bangkit (GDB).

Deklarasi dan konsolidasi nasional Gerakan Desa Bangkit ini, diikuti ratusan petani yang berasal dari wilayah Bogor. Mereka yang hadir bersiap memberikan suaranya kepada pasangan Jokowi-JK dalam Pilpres, 9 Juli mendatang.

“Mari jadikan Jokowi presiden bagi kaum petani Indonesia,” ujar Ketua Koordinator Gerakan Desa Bangkit Idham Arsyad, di Bogor, Kamis (12/6/14).

Gerakan Desa Bangkit yang digagas Idham, merupakan sebuah gerakan baru yang anggotanya berasal dari perserikatan petani, nelayan hingga buruh. “Gerakan ini berdiri lantaran sepaham dengan visi dan misi Jokowi-JK yang pro kepada perubahan nasib kaum petani Indonesia,” ujarnya.

Menurut Idham, pihaknya akan mengerahkan jaringan petani nasional, terlebih di wilayah Jawa Barat yang memang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani. “Kaum petani di Jawa Barat itu sekitar 70%. Kami optimis semuanya akan mendukung Jokowi-JK,” katanya.

Sementara fungsionaris tim sukses Jokowi-JK Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hanif Dhakiri menyatakan, majunya gubernur nonaktif DKI Jakarta pada Pilpres 2014 membawa harapan besar bagi perubahan nasib kaum petani. Sebab, dalam visi misi program kerjanya, Jokowi dinilai pro terhadap kebijakan reforma agraria.

“Dia (Jokowi) ingin membangun Indonesia dimulai dari pedesaan, dengan instrumen yang dipakai mendorong reforma agraria dan program kepemilikan tanah sebesar 9 juta hektare bagi petani,” ujarnya.

Menurut Hanif, kebijakan reforma agraria yang selama ini dilakukan pemerintah belum berjalan maksimal. Terlebih, dalam memberikan modal dalam mengelola hasil pertaniannya.

Hanif menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah jelas mengatur tata kelola pemerintahan desa, yang salah satunya memberikan dana sebesar Rp 1,2-1,5 miliar setiap desa per tahunnya.

“Kebijakan tersebut yang concern dilakukan oleh Jokowi-JK jika terpilih menjadi Presiden RI,” katanya.

Hanif menambahkan, kebijakan reforma agraria dan kepemilihan lahan sebesar 9 juta hektare bagi petani yang diperjuangkan Jokowi-JK, akan sangat membantu peningkatan kualitas hidup petani, serta meningkatkan pembangunan desa di seluruh Indonesia. Liputan 6

Foto: merdeka

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...