Sabtu
08 Agustus 2026 | 5 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Marhaen: 32 Persen PDRB Kita dari Sektor Pertanian

pdip-jarim-marhaen-pupuk-phonska

NGANJUK – Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi berharap, di Kabupaten Nganjuk tidak hanya mewujudkan ketahanan pangan, namun harus berdaulat dalam pangan. Karena itu, Marhaen menyebut peran penting pupuk harus baik dan berimbang, agar menghasilkan tanaman yang baik pula.

Dengan tanaman baik dan hasil melimpah maka, kata Marhaen, hasil tanaman pangan tersebut tidak hanya dikonsumsi orang Nganjuk. Tapi juga bisa dijual di luar Kabupaten Nganjuk, demi kemakmuran petani Nganjuk.

“Perlu diketahui, 32 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kita disumbang dari sektor pertanian,” kata Marhaen.

Hal ini disampaikan Marhaen Djumadi saat membuka acara Temu Kios dan Launching Phonska Plus oleh PT. Petrokimia Gresik di Gedung Wanita Nganjuk, kemarin.

Temu Kios tersebut dihadiri antara lain legislator DPR RI dari PDI Perjuangan Ir Mindo Sianipar, perwakilan dari PT Petrokimia Gresik, Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Nganjuk, dan sekitar 200 kios pupuk bersubsidi.

Dia pun menegaskan, pupuk yang baik dan berimbang adalah penentu hasil produksi pertanian.

“Apabila perlu, Nganjuk bisa ditambah kuota pupuk bersubsidinya, mumpung disini ada Bang Mindo Sianipar Ketua Komisi IV DPR RI, biar nanti bisa disampaikan kepada Menteri Pertanian,” ujar Marhaen.

Dengan adanya kemitraan PT. Petrokimia Gresik di Nganjuk Wabup Marhaen berharap agar bahan baku kemitraan bisa digali dari potensi Nganjuk. Karena Kabupaten Nganjuk memilki slogan, Cinta Nganjuk, Bangga Nganjuk, Beli Produk Nganjuk.

Usai memberi sambutan, Marhaen bersama Ir Mindo Sianipar dan perwakilan PT Petro Kimia Gresik melaunching pupuk Phonska Plus kemasan 5 Kg di Kabupaten Nganjuk.

Pada kesempatan yang sama Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Nganjuk Hadi Siswanto SE mengatakan, berdasarkan data di PT Petrokimia Gresik target penjualan di Nganjuk mencapai 100 persen.

Artinya, petani kita telah menggunakan saprodi (Sarana Produksi) dalam hal ini penggunaan pupuknya telah berimbang, sesuai kebutuhan tanah dan tanamanya.

Temu kios awal tahun 2019 selain sebagai evaluasi tahun 2018 juga membahas program kerja ditahun 2019,  dan mensinergikan program–program pemerintah daerah.

Kios pupuk bersubsidi merupakan partner pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dan memberikan hak petani. Untuk itu harus ada sinkronisasi antara kios dan program daerah, dan lebih tepatnya adalah Nyawiji. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Anang Maruf dan Yusuf Ekodono Gabung Soekarno Cup, Dorong Talenta Pelosok Naik Panggung

Legenda Timnas Indonesia Anang Maruf dan Yusuf Ekodono bergabung di Soekarno Cup 2026 karena ingin memperluas ...
LEGISLATIF

19 Daerah Jatim Darurat Kekeringan, Fraksi PDIP Dorong Mitigasi Berkelanjutan

Sebanyak 19 daerah di Jatim berstatus darurat kekeringan. Fraksi PDIP DPRD Jatim meminta pemerintah mengubah pola ...
KRONIK

Pelatihan Pupuk Organik di Kanor Bojonegoro, Solusi Petani Tekan Biaya dan Rawat Tanah

BOJONEGORO – Tingginya harga pupuk kimia yang mengerek beban biaya produksi memicu gerakan kemandirian tani di ...
HEADLINE

Soekarno Cup Bukan Sekadar Sepak Bola, tapi Membangun Karakter Bangsa

Said Abdullah menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi sarana membangun karakter ...
SEMENTARA ITU...

Dukung PKDI Lumajang di Cup II 2026, Agus Wicaksono Targetkan Juara

LUMAJANG — Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, H. Agus Wicaksono SSos, hadir langsung ...
KABAR CABANG

Musran dan Musranran se Kecamatan Sumbergempol Selesai, Targetkan Penambahan Kursi DPRD Tulungagung

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...