Senin
22 Juni 2026 | 12 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Marhaen: 32 Persen PDRB Kita dari Sektor Pertanian

pdip-jarim-marhaen-pupuk-phonska

NGANJUK – Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi berharap, di Kabupaten Nganjuk tidak hanya mewujudkan ketahanan pangan, namun harus berdaulat dalam pangan. Karena itu, Marhaen menyebut peran penting pupuk harus baik dan berimbang, agar menghasilkan tanaman yang baik pula.

Dengan tanaman baik dan hasil melimpah maka, kata Marhaen, hasil tanaman pangan tersebut tidak hanya dikonsumsi orang Nganjuk. Tapi juga bisa dijual di luar Kabupaten Nganjuk, demi kemakmuran petani Nganjuk.

“Perlu diketahui, 32 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kita disumbang dari sektor pertanian,” kata Marhaen.

Hal ini disampaikan Marhaen Djumadi saat membuka acara Temu Kios dan Launching Phonska Plus oleh PT. Petrokimia Gresik di Gedung Wanita Nganjuk, kemarin.

Temu Kios tersebut dihadiri antara lain legislator DPR RI dari PDI Perjuangan Ir Mindo Sianipar, perwakilan dari PT Petrokimia Gresik, Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Nganjuk, dan sekitar 200 kios pupuk bersubsidi.

Dia pun menegaskan, pupuk yang baik dan berimbang adalah penentu hasil produksi pertanian.

“Apabila perlu, Nganjuk bisa ditambah kuota pupuk bersubsidinya, mumpung disini ada Bang Mindo Sianipar Ketua Komisi IV DPR RI, biar nanti bisa disampaikan kepada Menteri Pertanian,” ujar Marhaen.

Dengan adanya kemitraan PT. Petrokimia Gresik di Nganjuk Wabup Marhaen berharap agar bahan baku kemitraan bisa digali dari potensi Nganjuk. Karena Kabupaten Nganjuk memilki slogan, Cinta Nganjuk, Bangga Nganjuk, Beli Produk Nganjuk.

Usai memberi sambutan, Marhaen bersama Ir Mindo Sianipar dan perwakilan PT Petro Kimia Gresik melaunching pupuk Phonska Plus kemasan 5 Kg di Kabupaten Nganjuk.

Pada kesempatan yang sama Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Nganjuk Hadi Siswanto SE mengatakan, berdasarkan data di PT Petrokimia Gresik target penjualan di Nganjuk mencapai 100 persen.

Artinya, petani kita telah menggunakan saprodi (Sarana Produksi) dalam hal ini penggunaan pupuknya telah berimbang, sesuai kebutuhan tanah dan tanamanya.

Temu kios awal tahun 2019 selain sebagai evaluasi tahun 2018 juga membahas program kerja ditahun 2019,  dan mensinergikan program–program pemerintah daerah.

Kios pupuk bersubsidi merupakan partner pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dan memberikan hak petani. Untuk itu harus ada sinkronisasi antara kios dan program daerah, dan lebih tepatnya adalah Nyawiji. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Mengenang Bung Karno Melalui Alunan Musik Anak dan Band Lokal di Tuban

​TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar festival musik bertajuk Soekarno ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Gaungkan Gerakan Makan Telur, Erma: Gotong Royong dan Solidaritas Ekonomi

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengampanyekan gerakan makan telur ...
KABAR CABANG

Kader PDIP dan Warga Magetan Perbaiki Jalan hingga Rawat Monumen di Momen Bulan Bung Karno

Kader PDI Perjuangan Magetan bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan, mengecat jembatan, serta ...
KABAR CABANG

Mas Dhito Buka Peluang Bentuk Akademi E-Sport Kediri, 83 Tim Ramaikan Turnamen Free Fire

Sebanyak 83 tim mengikuti Turnamen Bung Karno E-Sport 2026 di Kabupaten Kediri. Melihat antusiasme peserta, Bupati ...
KABAR CABANG

Banteng Magetan Gotong Royong Rawat Punden Desa hingga Makam Leluhur Peringati Bulan Bung Karno 2026

Kader PDI Perjuangan Magetan bersama masyarakat merawat punden desa, makam tokoh leluhur, dan situs bersejarah ...
KABAR CABANG

Peringati Haul ke-56 Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

KABUPATEN PASURUAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun wafatnya (Haul) Proklamator sekaligus Presiden ...