Jumat
25 September 2026 | 3 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nyalla Pernah Tebar Fitnah, Jokowi: Saya Maafkan, Wong Minta Maaf

pdip-jatim-jokowi-la-nyalla

JAKARTA — Presiden Joko Widodo menyebut mantan kaderGerindra, La Nyalla Mattalitti, sudah tiga kali meminta maaf kepadanya.Permintaan maaf itu dilakukan karena La Nyalla pernah menyebar fitnah kepadaJokowi.

“Pak Nyalla sudah ketemu saya di Surabaya. Sudah minta maaf tiga kali,” kata Jokowi kepada wartawan seusai menghadiri konsolidasi caleg PKB di Jakarta, Senin (17/12/2018).

 “Saya maafkan, wong minta maaf,” tambah dia.

Menurut Jokowi, permintaan maaf pertama disampaikan La Nyalla karena dia salah satu sosok di balik tabloid Obor Rakyat. Tabloid berisi fitnah terkait Jokowi dan keluarga itu pernah beredar pada pilpres 2014.

“Pertama, ‘Pak saya ini yang menyebarkan Obor Rakyat. Itu di dalamnya menjelekkan Bapak, jadi saya minta maaf’, saya maafkan,” kata Jokowi menirukan pernyataan La Nyalla.

Kedua, menurut Jokowi, La Nyalla juga meminta maaf karena menyebarkan isu Jokowi adalah aktivis atau anggota Partai Komunis Indonesia. Baru-baru ini, pengakuan juga dibuat oleh La Nyalla kepada media bahwa ia menyebar isu Jokowi PKI.

“Kedua, ‘Pak ini saya yang menyebarkan mengenai PKI. Jadi saya minta maaf’, juga saya maafkan,” kata Jokowi.

Untuk permintaan maaf La Nyalla yang ketiga, Jokowi mengaku tak bisa menyampaikannya ke publik. Atas sejumlah hal itulah dirinya meminta maaf kepada Jokowi.

Namun, Jokowi paham, hal-hal yang pernah dilakukan ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur itu memiliki kepentingan politis.

Jokowi menegaskan bahwa isu PKI yang selama ini menyerang dirinya terbukti sengaja diciptakan untuk kepentingan politik. “Artinya kembali lagi, isu seperti tadi dikembangkan karena politik sesaat,” kata dia.

Sementara saat ditanya tanggapan terkait La Nyalla yang akan mendukung Jokowi bersama Ma’ruf Amin di Pilpres 2019, calon presiden nomor urut 01 itu hanya menjawab singkat. “Ya itu hak pribadi Pak La Nyalla, kita hargai,” ujarnya.

Di acara konsolidasi PKB tersebut, Jokowi pun kembali mengajak perlunya tata krama dan sopan santun dalam berpolitik.

Sementara itu, pengamat politik Ujang Komarudin memprediksi suara Jokowi-Ma’ruf Amin di Madura bakal moncer pada Pilpres 2019. Prediksi itu berbanding terbalik dari Pilpres 2014 lalu, di mana Jokowi kalah dari Prabowo di Madura.

Menurut Ujang, suara Prabowo-Sandi berpeluang tergerus, jika langkah La Nyalla memilih mendukung Jokowi diikuti peran aktif berkampanye ke Madura dan sejumlah wilayah lain di Jawa Timur. “Jadi, penting untuk turun aktif berkampanye. La Nyalla sepertinya kencang dalam mengklarifikasi bahwa Jokowi telah ia fitnah,” ucapnya kepada wartawan.  (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Banggar DPRD Magetan Alihkan Dana Beli Mobil PKK Rp 498,8 Juta untuk Proyek Jalan Bendo–Belotan

MAGETAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan untuk membelikan kendaraan dinas baru bagi Tim Penggerak ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Siapkan Sumur Bor Tenaga Surya untuk Atasi Krisis Air Petani Blitar

BLITAR – Krisis air akibat kemarau panjang menjadi keluhan utama petani di wilayah barat Kabupaten Blitar. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Sidak Pasar Bandar dan Pahing, Cari Jalan Keluar Polemik Pedagang

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid bersama sejumlah anggota dewan melakukan inspeksi mendadak ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Pasuruan Setujui P-APBD 2026 dengan Catatan

KOTA PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan secara resmi menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan ...
PEMILU

PDI Perjuangan Usulkan Parliamentary Threshold 6 Persen untuk RUU Pemilu

JAKARTA – PDI Perjuangan akan membawa usulan parliamentary threshold (PT) sebesar 6 persen sebagai sikap resmi ...
SEMENTARA ITU...

MMA Trenggalek Borong 10 Medali di Kejurprov Jatim, Jadi Modal Tatap Popda dan Porprov 2027

TRENGGALEK – Cabang olahraga (cabor) mixed martial arts (MMA) Trenggalek yang tergolong masih muda langsung ...