Selasa
27 Oktober 2026 | 3 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tabebuya Bermekaran, Legislator Ini Sebut Kegemaran Risma Mirip Bung Karno

pdip-jatim-tabebuya-surabaya1

SURABAYA – Mekarnya bunga tabebuya di beberapa jalan protokol di Surabaya menjadi perhatian publik, termasuk anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Agatha Retnosari.

Meski sudah memasuki musim penghujan, maraknya bunga tabebuya ini membuat Kota Surabaya terasa lebih indah dan rindang.

Agatha mengapresiasi semangat Wali Kota Tri Rismaharini, yang memang getol menghijaukan Surabaya. Buktinya, yaitu dengan berbunganya pohon Tabebuya yang membuat semakin indah dan romantisnya jalanan di Kota Surabaya.

Legislator yang duduk di Komisi E DPRD Jatim ini mengatakan, terawatnya taman dan pohon-pohon di Surabaya, termasuk Tabebuya merupakan perwujudan pembangunan kota berwawasan lingkungan.

Apalagi di tengah kehidupan warga metropolitan yang terkadang keras, keberadaan bunga-bunga tersebut, menurut Agatha, bisa menenteramkan jiwa warga Kota Pahlawan. “Ini bisa mengurangi tingkat stres karena tekanan pekerjaan,” kata Agatha, kemarin.

Agata yang juga Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi dari Dapil Jatim I ini menambahkan, bagi kota sebesar Surabaya dengan penduduk lebih dari 3 juta jiwa, memang perlu banyak ruang untuk relaksasi warga.

Dia menyebut , ruang terbuka hijau dan persebaran tanaman cantik, bisa menjadi salah satu oase bagi warga untuk melepas beragam tekanan hidup khas masyarakat urban.

“Jika tak ada ruang untuk mengambil jeda di tengah kompetisi yang keras, tingkat stres warga akan meningkat. Masyarakat menjadi tidak bahagia, keluarga tidak bahagia, ujung-ujungnya anak-anak dirugikan,” paparnya.

Semangat dari Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini mengingatkan Agatha dengan kiprah Presiden pertama RI, Ir Soekarno, yang sangat menghargai tanaman.

“Bung Karno mencintai tanaman, karena masa kecilnya yang dekat dengan alam. Dalam buku otobiografinya, dikisahkan bagaimana Bung Karno di masa kecil dan teman-temannya sangat senang bila sebuah pohon tumbuh. Mereka biasa bermain dari dedaunan di pohon tersebut,” ucapnya.

Dia lantas menceritakan, sewaktu dibuang ke Ende oleh pemerintahan kolonial, Soekarno menghabiskan banyak waktu untuk berpikir tentang negara di bawah pohon sukun.

“Ketenangan hati berada di teduhnya pepohonan membuat Bung Karno mampu menelurkan banyak gagasan besar tentang republik ini,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...