Sabtu
01 Agustus 2026 | 8 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga NU Keluhkan soal Sandiaga ke TKN Jokowi-Ma’ruf

pdip-jatim-hasto-di-sby

SURABAYA – Saat konsolidasi pemenangan di Surabaya, Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Capres-cawapres Jokowi-Kiai Maruf kedatangan sejumlah warga Nahdlatul Ulama (NU). Mereka mengeluhkan sikap cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno yang melangkahi makam salah satu pendiri NU (alm) KH Bisri Syansuri.

Menurut Sekretaris TKN Jokowi- Maruf, Hasto Kristiyanto, pertemuan dengan warga NU itu berlangsung tertutup di Posko Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi- Maruf Jawa Timur, Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Jumat (16/11/2018).

“Kami memahami kegusaran warga NU terhadap tindakan tidak terpuji Sandiaga yang melangkahi makam almarhum KH Bisri Syansuri,” kata Hasto dalam keterangannya kepada media.

Menurut Hasto, ziarah kubur haruslah dilandasi niatan suci dan penuh rasa hormat. “Apa yang dilakukan Sandiaga mencerminkan dia lebih banyak mengenyam pendidikan Barat, sehingga tidak memahami kepribadian bangsanya sendiri,” ujarnya.

Sekjen PDI Perjuangan ini menilai akan berbahaya jika negara dipimpin seseorang yang tidak memahami kepribadian bangsanya, dan menjadikan ziarah kubur hanya sebagai pencitraan demi dapat dikungan keluarga Nahdliyin.

Ziarah dengan motif kekuasaan, sebut Hasto, hanya menghasilkan karma politik. Apa yang dilakukan oleh Sandi, tambah Hasto, telah menyentuh hal yang paling elementer terkait dengan karakter pemimpin yang seharusnya respek dengan tradisi keagamaan dan kultur bangsanya.

“Tidak heran kampanye belum lama berlangsung, mereka sudah tiga kali meminta maaf. Jadi pemimpin itu tidak boleh grusa-grusu, emosional, main ancam,  dan jangan kedepankan pencitraan seolah agamis,” kata Hasto menanggapi keluhan warga NU tersebut.

Dia pun mengingatkan, Jatim adalah pusat penggemblengan anak-anak bangsa dari perpaduan kalangan nasionalis-Islam yang sangat mengerti jiwa dan kepribadian bangsanya.

“Dapur kebangsaan itu (Jatim) menyala-nyala dan tak heran di Kota Surabaya ini semangat kepahlawanan itu muncul. Semangat didication of life itu berkobar demi mempertahankan nusa dan bangsa,” tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut Hasto, TKD, mesin parpol dan relawan di Jatim yang merupakan perpaduan jiwa nasionalis-Islam, harus bisa memenangkan Jokowi-Kiai Maruf yang merupakan cerminan dari perwakilan nasionalis dan Islam tersebut.

“Kita tidak hanya sekadar sedang memenangkan Pak Jokowi-Kiai Maruf, tetapi sedang memenangkan nasib kita, memenangkan masa depan bangsa dan negara Indonesia di tangan pemimpin yang lahir dari rakyat,” tegas dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Musran dan Musranran se-Kecamatan Tanggunggunung Sukses, Teguhkan Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar konsolidasi internal ...
KRONIK

Kejhung Mulai Hilang dari Desa, DPRD Jember Dorong Revitalisasi Budaya Madura

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mendorong pelestarian seni kejhung sebagai bagian dari ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Siap Digelar, PDIP Jatim Perkuat Ekosistem Pembinaan Sepak Bola

PDIP Jawa Timur menargetkan Soekarno Cup 2026 tidak hanya sukses sebagai turnamen, tetapi juga meninggalkan warisan ...
LEGISLATIF

Zulham Kawal Temuan Kerusakan Stadion Kanjuruhan hingga Kementerian PU

MALANG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, memastikan akan mengawal temuan kerusakan ...
LEGISLATIF

Warga Ginuk Magetan Gotong Royong Perbaiki Jalan, Rita Haryati Sawer 27 Drum Aspal

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Rita Haryati turut kerja bakti dan membaur bersama ...
LEGISLATIF

DPRD Minta Pemkab Jember Tak Tergesa Berutang Rp786 Miliar

JEMBER – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Widarto, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak ...