Selasa
20 Oktober 2026 | 11 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Serap Ilmu Layanan Publik dan Politik, Para Calon Pejabat Publik Singapura Pilih PDIP

pdip-jatim-pejabat-singapura-timba-ilmu-pdip

JAKARTA – Belasan anggota Leaders in Administration Programme (LAP) Singapura mengunjungi kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponogoro, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. Kunjungan calon pejabat-pejabat publik Singapura tersebut untuk menimba ilmu di partai pemerintah ini.

Di hadapan LAP yang juga petinggi-petinggi lembaga publik di Singapura, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memaparkan bahwa sejarah partainya berawak dari berdiri sebagai Partai Nasionalis Indonesia (PNI) hingga saat ini.

PDIP berubah menjadi partai kerakyatan, dengan basis pemilih di akar rumput, dan berpegang teguh pada ideologi Pancasila. “Kami menempatkan partai kami sebagai penjaga keberagaman bangsa berdasarkan Pancasila,” kata Hasto.

Di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, PDIP terus memperbaiki diri dengan mendirikan sekolah partai. Pendirian sekolah tersebut untuk memperbaiki sistem pendidikan kadernya.

“PDIP juga memperbaiki mekanisme perekrutan kader dari bawah. Ada berbagai mekanisme yang dilaksanakan dalam proses perekrutan yang melibatkan cara modern dan digital seperti psikotes online,” urainya.

Dari sekolah partai dan perekrutan dan kaderisasi memunculkan pemimpin daerah dan nasional yang menonjol. Dari orang seperti Gubernur Ganjar Pranowo, Walikota Tri Rismaharini dan Hasto Wardoyo, hingga Jokowi yang kini menjadi presiden.

“Pak Jokowi sendiri mengalami juga proses kaderisasi dari bawah ini,” jelas Hasto.

Sementara itu, dari pihak rombongan dipimpin Dubes Singapura untuk Indonesia Amil Kumar Nayar mengaku mengetahui eksistensi partai berlogo banteng sejak 27 Juli 1996, ketika kantor PDI diserang, Nayar mengaku sudah berada di Jakarta.

“Jadi saya paham benar apa yang terjadi saat itu. Kami paham benar arti kata ‘Perjuangan’ dari nama PDI Perjuangan saat ini. Bahwa PDIP akan selalu berjuang untuk memperbaiki diri,” ucap Nayar.

Dia menjelaskan, delegasi yang berkunjung ini memang dipersiapkan menjadi pemimpin publik di Singapura. Mereka telah melakukan proses pelatihan dengan mengunjungi semua institusi di negeri itu untuk memahami soal pelayanan publik dan politik.

“Dan Indonesia tak boleh dilupakan. Kami memilih PDI Perjuangan, untuk belajar dan mengetahui bagaimana manajemen partai dan pandangan soal isu regional dan Indonesia sendiri. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Megawati Soekarnoputri yang memberi kesempatan ini,” ucapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Amithya Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas Urban di Kota Malang

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penerapan ekonomi hijau ...
KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...
KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...