Jumat
28 Agustus 2026 | 8 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Serap Ilmu Layanan Publik dan Politik, Para Calon Pejabat Publik Singapura Pilih PDIP

pdip-jatim-pejabat-singapura-timba-ilmu-pdip

JAKARTA – Belasan anggota Leaders in Administration Programme (LAP) Singapura mengunjungi kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponogoro, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. Kunjungan calon pejabat-pejabat publik Singapura tersebut untuk menimba ilmu di partai pemerintah ini.

Di hadapan LAP yang juga petinggi-petinggi lembaga publik di Singapura, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memaparkan bahwa sejarah partainya berawak dari berdiri sebagai Partai Nasionalis Indonesia (PNI) hingga saat ini.

PDIP berubah menjadi partai kerakyatan, dengan basis pemilih di akar rumput, dan berpegang teguh pada ideologi Pancasila. “Kami menempatkan partai kami sebagai penjaga keberagaman bangsa berdasarkan Pancasila,” kata Hasto.

Di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, PDIP terus memperbaiki diri dengan mendirikan sekolah partai. Pendirian sekolah tersebut untuk memperbaiki sistem pendidikan kadernya.

“PDIP juga memperbaiki mekanisme perekrutan kader dari bawah. Ada berbagai mekanisme yang dilaksanakan dalam proses perekrutan yang melibatkan cara modern dan digital seperti psikotes online,” urainya.

Dari sekolah partai dan perekrutan dan kaderisasi memunculkan pemimpin daerah dan nasional yang menonjol. Dari orang seperti Gubernur Ganjar Pranowo, Walikota Tri Rismaharini dan Hasto Wardoyo, hingga Jokowi yang kini menjadi presiden.

“Pak Jokowi sendiri mengalami juga proses kaderisasi dari bawah ini,” jelas Hasto.

Sementara itu, dari pihak rombongan dipimpin Dubes Singapura untuk Indonesia Amil Kumar Nayar mengaku mengetahui eksistensi partai berlogo banteng sejak 27 Juli 1996, ketika kantor PDI diserang, Nayar mengaku sudah berada di Jakarta.

“Jadi saya paham benar apa yang terjadi saat itu. Kami paham benar arti kata ‘Perjuangan’ dari nama PDI Perjuangan saat ini. Bahwa PDIP akan selalu berjuang untuk memperbaiki diri,” ucap Nayar.

Dia menjelaskan, delegasi yang berkunjung ini memang dipersiapkan menjadi pemimpin publik di Singapura. Mereka telah melakukan proses pelatihan dengan mengunjungi semua institusi di negeri itu untuk memahami soal pelayanan publik dan politik.

“Dan Indonesia tak boleh dilupakan. Kami memilih PDI Perjuangan, untuk belajar dan mengetahui bagaimana manajemen partai dan pandangan soal isu regional dan Indonesia sendiri. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Megawati Soekarnoputri yang memberi kesempatan ini,” ucapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...