Jumat
28 Agustus 2026 | 8 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jaga NKRI, PDI Perjuangan Siap Kerja Sama dengan NU dan Muhammadiyah

pdip-jatim-wasekjen-basarah

JAKARTA – PDI Perjuangan siap bekerja sama dan mendukung Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam kesepakatannya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila.

“PDIP siap bekerja sama dengan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di dalam menjaga Pancasila, NKRI, Konstitusi Negara dan Kebhinnekaan Indonesia,” kata Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah, di Jakarta, kemarin.

Menurut Basarah, NU dan Muhammadiyah memiliki kontribusi nyata dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Demikian pula kerjasama yang terjalin antara keluarga nasionalis dengan dua organisasi masyarakat (ormas) tersebut sudah terbangun sejak lama.

Bung Karno, katanya, sebagai tokoh nasionalis sekaligus presiden ke-1 Indonesia memiliki kedekatan dengan tokoh ulama baik di NU maupun Muhammadiyah. Salah satu contohnya, Munas Alim Ulama yang disponsori NU, pada 1954 memberikan gelar Waliyul Amri Bi dharuri Asy-Syaukah, yang artinya pemimpin di masa darurat yang wajib ditaati perintahnya.

“Sejarah juga mencatat bahwa pendiri Muhammadiyah Kiai Haji Ahmad Dahlan adalah guru dari Bung Karno,” jelas Basarah.

Wakil Ketua MPR RI itu menambahkan, Pancasila sebagai ideologi negara juga sudah tidak ada keraguan di dua ormas tersebut. Itu bisa dibuktikan ketika Muktamar NU pada 1984 di Situbondo, yang dengan tegas mengakui bahwa Pancasila adalah asas tunggal.

Sama halnya dengan Muhammadiyah, dalam Muktamar 47 di Makassar pada 2015 menegaskan, ujar Basarah, bahwa negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah artinya negara perjanjian dan tempat bersaksi.

Sementara terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) Hari Santri Nasional Nomor 22 Tahun 2015, ujar Basarah, merupakan bukti bahwa negara mengakui peran santri dan ulama. Kendati, peringatan Hari Santri bukan hanya untuk NU dan Muhammadiyah, namun untuk semua umat muslim di Tanah Air.

“Hari Santri Nasional bukan hanya milik NU dan Muhammadiyah semata, melainkan milik umat Islam Indonesia yang mencintai NKRI dan Pancasila,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...